Portal Berita Indonesia

Wacana Greater Jakarta Untuk Mengurangi Kemacetan. Bagaimana Menurut Anda?

Wacana Greater Jakarta Untuk Mengurangi Kemacetan. Bagaimana Menurut Anda? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Wacana Greater Jakarta Untuk Mengurangi Kemacetan. Bagaimana Menurut Anda?

Q: rencananya DKI diperluas sampai sukabumi, purwakarta dan cirebon. Untuk mengurai kemacetan yang selama ini hanya di Jakarta saja.Dan untuk mengurangi banjir di Jakarta. A. Itu artinya hanya menambah masalah. Dalam jangka panjang, Pulau Jawa sudah tidak punya daya dukung untuk kehidupan masyarakatnya. Dengan diperluasnya ibukota, maka penduduk yang datang akan semakin banyak dan menambah [...]

Rating: 4

Q: rencananya DKI diperluas sampai sukabumi, purwakarta dan cirebon. Untuk mengurai kemacetan yang selama ini hanya di Jakarta saja.Dan untuk mengurangi banjir di Jakarta.

A. Itu artinya hanya menambah masalah. Dalam jangka panjang, Pulau Jawa sudah tidak punya daya dukung untuk kehidupan masyarakatnya. Dengan diperluasnya ibukota, maka penduduk yang datang akan semakin banyak dan menambah masalah baru.
Yang benar adalah memindahkan ibukota atau minimal pusat pemerintahan ke luar pulau Jawa, supaya menciptakan magnet baru dan meratakan pembangunan.
kalau ibukota diperluas, memangnya tidak perlu memindahkan pusat pemerintahan (tetap di seputaran monas dan thamrin sudirman). Kalau itu yang terjadi, kemacetan akan semakin parah. Kalau memindahkan (misalnya ke jonggol atau purwakarta), kenapa tidak sekalian ke luar pulau? Toh sama-sama bikin bangunan baru?
akhirnya Ibu Kota Negara mo pindah juga?
Q: Tiga Skenario Perpindahan Ibu Kota
Kompas – 44 menit laluKirimKirim via YMCetak.
Tiga Skenario Perpindahan Ibu Kota
JAKARTA, KOMPAS.com â Wacana perpindahaan ibu kota yang dilontarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat buka bersama Kadin di Jakarta, Jumat (3/9/2010), segera ditindaklanjuti dengan beberapa langkah strategis oleh kementerian dan lembaga terkait. Ada tiga skenario yang akan dipikirkan untuk perpindahan ibu kota ini.

Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah Velix Wanggai menyatakan bahwa setelah libur Idul Fitri, Presiden mengajak Kabinet Indonesia Bersatu II membicarakan kerangka perencanaan secara komprehensif dalam menyusun kebijakan perpindahan ibu kota.

âPresiden mengharapkan adanya konsolidasi yang intensif antara kementerian dan lembaga untuk menyatukan rumusan kajian mengenai perpindahakan ibu kota. Semua dokumen yang telah diselesaikan, seperti assessment awal, beberapa kajian tata ruang yang terkait dengan Ibu Kota, serta kajian terhadap opsi-opsi alternatif ibu kota, akan dikerucutkan,â ujar Velix Wanggai.

Dari beberapa kajian yang telah dilakukan, Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah memetakan adanya tiga skenario perpindahan ibu kota.

Skenario pertama adalah skenario realistis, di mana ibu kota tetap di Jakarta. Namun, untuk yang satu ini, harus ada pilihan kebijakan untuk menata, membenahi, dan memperbaiki beberapa persoalan Jakarta, seperti kemacetan, urbanisasi, degradasi lingkungan, kemiskinan urban, banjir, dan tata ruang wilayah.

âKebijakan ini harus diikuti dengan desentralisasi fiskal dan penguatan otonomi daerah untuk mengurangi kesenjangan antardaerah,â katanya.

Skenario kedua adalah skenario moderat. Dalam konteks ini, Presiden menawarkan agar pusat pemerintahan dipisahkan dari ibu kota negara. Artinya, Jakarta akan tetap diletakkan sebagai ibu kota negara karena faktor historis. Namun, pusat pemerintahan akan digeser atau dipindahkan ke lokasi baru. Karena itu, dibutuhkan kajian yang komprehensif perihal beberapa opsi lokasi dari pusat pemerintahan baru ini.

âTentu saja, perlu dipertimbangkan faktor jarak antara Jakarta sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan baru, khususnya terkait dengan infrastruktur wilayah, jaringan transportasi yang terpadu, serta prasarana pendukung lainnya,â lanjutnya.

Adapun skenario ketiga adalah skenario ideal yang bersifat radikal. Dalam opsi ini, negara membangun ibu kota negara yang baru dan menetapkan pusat pemerintahan baru di luar wilayah Jakarta, sedangkan Jakarta hanya dijadikan sebagai pusat bisnis.

âSkenario radikal itu memerlukan strategi perencanaan yang komprehensif dengan beberapa opsi penentuan calon ibu kota baru," kata Velix.

Meskipun kajian mengenai perpindahan ibu kota yang dilakukan pemerintah telah berjalan, Presiden tetap mengajak para pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, dunia usaha, kalangan universitas, dan lembaga swadaya masyarakat, memberikan masukan bagi penyempurnaan kajian-kajian yang dilakukan oleh pemerintah.

âPresiden terbuka apabila para pakar dan lembaga swadaya masyarakat ingin menyampaikan kajian yang telah mereka selesaikan secara mandiri. Intinya, pemerintah ingin proses menuju perencanaan perpindahan ibu kota dilakukan secara partisipatif,â lajutnya.

Velix mencontohkan, kajian yang dilakukan Tim Visi 2033 di bawah Andrinof Chaniago, akademisi Universitas Indonesia, sebagai salah satu masukan penting untuk melengkapi kajian-kajian yang telah dilakukan jajaran pemerintah. Dalam kajiannya, Andrinof dan kawan-kawan merekomendasikan perpindahan ibu kota ke Palangkaraya.

KALO BISA PINDAH KE KALTIM ATAU PAPUA…., BIAR URBANNYA MERATA.. (PASTI BANYAK YG SETUJU KHAN…?)

A. ho’oh…
jakarta jadi ga macet lagi..
ntar papua daerah yang sepi gitu jadi rame…
tapi khan susah juga.
Papua khan daratannya ga rata…
untuk pergi ke sana juga susah alat transportnya.
jadi yah…
ga tau juga.
bingung akh mikir negara.
setujukah anda jika ibukota di pindah ke kalimantan?
Q: sekarang kan muncul wacana pemindahan ibukota dari jakarta ke kalimantan dengan alasan :
jakarta: 1.macet
2.kapasitas kota yg melebihi daya tampung
3.banjir
4.ancaman gempa
kalo kalimantan:1.wilayahnya masih luas
2.berada di tengah wilayah indonesia
3. relatif aman dari gempa
4.untuk pemerataan ekonomi dan penduduk

A. Saya sangat setuju sekali ibukota di pindah ke kalimantan. tapi saya tambahkan perpindahan ibukota ke kalimantan menghemat pengeluaran pemerintah sebesar Rp. 43 triliun per tahun, dari pada di pake buat ngatasi macet buat hal lain yang lebih penting donk….
Nasibmu jakarta, ibukotaku…?
Q: kita smua tahu jakarta ibukota yg paling sarat dgn permasalahan perkotaan. Banjir yg paling utama. Bagaimana kalo ibukota negara kita dipindah aja, alias bukan jakarta lagi. Wacana ini tentu udah pernah kita denger. Nah kira2 menurut kamu ibukota negara kita lebih tepatnya dipindah ke kota mana?

A. Menurut saya sih jika emang mau dipindahkan lebih bagusnya di Kalimantan atau sulawesi karena kota di bagian pulau ini rata-rata memiliki kriteria yang diinginkan pemerintah, seperti transportasi internasional sudah ada, tidak rawan bencana, sudah cukup terkenal, kemudian tersedia kebutuhan-kebutuhan pertambangan, pertanian yang memadai serta penduduk yang mendiami di bagian kedua pulau ini juga cukup lumayan dan tidak terlalu padat.

Powered by Yahoo! Answers