Portal Berita Indonesia

Pura Agung Pulaki, Pura suci religius yang menghadap ke laut

Pura Agung Pulaki, Pura suci religius yang menghadap ke laut Diulas oleh evacation pada . Artikel berikut membahas tentang Pura Agung Pulaki, Pura suci religius yang menghadap ke laut

Pura Agung Pulaki adalah sebuah pura yang terdapat di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Pura ini terletak di atas tebing bebatuan dan menghadap langsung ke laut, berlatar bukit batu terjal dan pemandangan di sekitarnya yang mempesona sehingga pura yang memancarakan aura religius ini sangat menarik untuk wisatawan. salah satu pura dengan aura [...]

Rating: 4

Pura Agung Pulaki adalah sebuah pura yang terdapat di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Pura ini terletak di atas tebing bebatuan dan menghadap langsung ke laut, berlatar bukit batu terjal dan pemandangan di sekitarnya yang mempesona sehingga pura yang memancarakan aura religius ini sangat menarik untuk wisatawan.

salah satu pura dengan aura religius yang ditemani keindahan alam memukau. Lokasinya berada di atas tebing berbatu menghadap langsung ke laut dengan pemandangan sekitanya menawan dan berlatar belakang bukit berbatu terjal. Sebagai tempat yang berfungsi untuk tempat ibadah kepada Sanghyang Widhi, Pura ini sering di kunjungi oleh umat Hindu Bali baik itu pedagang pengusaha ataupun masyarakat umum yang kebetulan sedang melakukan perjalanan dari Singaraja ke Gilimanuk ataupun sebaliknya. Selain sebagai tempat ibadah, Pura suci ini juga di gunakan sebagai tempat pemujaan bagi keagungan jiwa Sri Patni Kaniten sudah moksa.

Menurut catatan sejarah, pembangunan Pura Pulaki berhubungan dengan Pura Dalem Melanting dalam hal tirthayatra dari Danghyang Nirartha. Pendirian ini diperkirakan terjadi pada masa pemerintahan Raja Gelgel, Dalem Waturenggong pada tahun 1460 sampai 1552 M. Di Pura Pulaki ini terdapat sebuah tempat yang sangat dijaga kesuciannya, tempat ini tidak boleh sembarangan dimasuki oleh siapapun bahkan pemangku adat sekalipun. Tempat tersebut adalah pelinggih utama atau biasa di sebut juga dengan Utamaning Mandala. Hanya pada acara atau upacara khusus saja seperti upacara ngeteg linggih Utamaning Mandala ini boleh dimasuki.

Pura ini di perkirakan merupakan salah satu warisan zaman prasejarah hal ini terlihat dari tata letak dan struktur pura yang identik dengan bentuk bangunan sarana pemujaan masyarakat  pada jaman prasejarah. Selain itu pernah juga di temukan alat perkakas yang terbuat dari batu berbentuk batu picisan, kapak dan lainnya pada tahun 1987 yang semakin  menguatkan perkiraan itu.

Saat bulan purnama adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi Pura ini, karena pemandangan di sekitar pura menyuguhkan pemandangan yang tentram dan damai serta terdapat  sejumlah pemeluk Hindu Bali yang mengenakan sarung berwarna-warni yang datang menunjungi pura ini dari berbagai daerah di Bali. Semuanya sembahyang memohonkan kemakmuran dan kesejahteraan. Wisatawan yang datang pun diperkenankan untuk masuk ke kompleks Pura suci dengan harus mematuhi beberapa aturan, salah satunya adalah mengenakan sarung. Jangan lupa untuk membayar sejumlah donasi untuk keberlangsungan pura. Tips untuk wisatawn untuk berhati-hati atas kera yang menjadikan pura ini sebagai rumah bagi mereka. Makanan tidak di sarankan untuk dibawa dan jagalah selalu barang bawaan agar tidak direbut kera-kera tersebut.

Pura Suci Agung Pulaki ini terletak di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Dan  berjarak sekitar 132 km dari ibu kota Denpasar, rutenya melalui jalur Denpasar–Bedugul–Singaraja. Dari kota Singaraja, berjarak sekitar 53 km ke arah barat Singaraja dan dari Desa Pemuteran10 kilometer. Sementara jika dari objek wisata terdekat yakni Pantai Lovina, pura ini berjarak 40 km. Pura terletak di tempat yang strategis yakni di pinggir Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk sehingga sangat mudah dicapai dengan kendaraan.