Portal Berita Indonesia

Persiapan Timnas Di Ajang Sea Games 2013

Persiapan Timnas Di Ajang Sea Games 2013 Diulas oleh edon pada . Artikel berikut membahas tentang Persiapan Timnas Di Ajang Sea Games 2013

Saat tanah air Indonesia ini tengah memanasnya tentang konflik di kubu sepakbola Indonesia dengan munculnya deadline dari FIFA untuk menyelesaikan masalah hingga 30 Maret 2013, sekarang muncul persoalan lain yakni menyangkut timnas yang akan berlaga di Sea Games 2013. Ini bermula ketika Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menunjuk Rahmad Darmawan atau yang akrab disapa RD [...]

Rating: 4

timnas-indonesia-2013Saat tanah air Indonesia ini tengah memanasnya tentang konflik di kubu sepakbola Indonesia dengan munculnya deadline dari FIFA untuk menyelesaikan masalah hingga 30 Maret 2013, sekarang muncul persoalan lain yakni menyangkut timnas yang akan berlaga di Sea Games 2013.

Ini bermula ketika Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menunjuk Rahmad Darmawan atau yang akrab disapa RD untuk menjadi pelatih Timnas diajang pesta olahraga tahunan Asia Tenggara tersebut.

Menyangkut hal itu Ketua Umum KONI, Tono Suratman berkhilah bahwa langkahnya dalam menunjuk RD tidak bisa dicekal karena KONI adalah lembaga yang mengatur dan juga sebagai pemegang kebijakan seluruh olahraga dari ajang Sea Games. Dan dia juga beralasan bahwa penunjukan RD yang terkesan terlalu dini adalah agar timnas mempunyai waktu yang panjang untuk memepersiapkan diri.

Sebenarnya memilih RD bagi kalangan masyarakat mungkin tidak akan dipermasalahkan. Bahkan sebagian besar masyarakat mungkin setuju beliau melanjutkan misinya dalam merebut medali emas dicabang sepakbola setelah mereka gagal meraihnya di jakarta pada tahun 2011. Namun yang jadi permasalahan adalah, Tono memilihnya tanpa proses yang panjang, yaitu dengan cara seleksi kepelatihan lokal seperti yang tercantum dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2010 tentang Program Indonesia Emas, pasal 15.

Seharusnya mereka terlebih dahulu menyeleksi seluruh Calon Pelatih Atlet Andalan Nasional dengan dibantu oleh para pakar induk cabang olahraga. Jelas KONI tidak menuruti aturan ini, bahkan komite Adhoc timnas, Sihar Sitorus menolak keputusan tersebut.

Aturain inipun juga berlaku untuk tim nasional U-23 dalam memilih calon pelatih mereka dengan cara melakulan seleksi Calon pelatih timnas dengan mengikutsertakan pakar olahraga dan wakil induk organisasi cabang olahraga tersebut, karena hal ini sudah tercantum di Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2010 pasal 10.

Lalu kenapa harus mengikutsertakan pakar olahraga dan wakil induk organisasi olahraga? Jawabannya memang harus begitu adanya. Karena proses pembentukan timnas dapar dilakukan secara terbuka, objektif, jujur, adil, dan bersifat tidak diskriminatif seperti yang terkandung pada ayat 8.

Dengan tanpa pakar induk olahraga justru Satlak Prima berunsur sudah tidak memiliki kapasitas dan kompetensi dalam membentuk dan memilih calon yang objektif. Dalam perundangan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Tahun 2007 no. 16, pasal 49 ayat 2 juga disebutkan secara intens bahwa induk cabang olahraga wajib membentuk tim nasional untuk mengikuti pekan olahraga internasional dan kejuaraan olahraga internasional.

Dengan begini sudah jelas bahwa KONI maupun satlak Prima tidak bisa begitu saja mengabaikan PSSI selaku induk olahraga sepakbola nasional dalam membentuk tim sepakbola Sea Games 2013. Karena sampai waktu sekarang FIFA dan AFC masih mengakui bahwa PSSI berada dibawah kepemimpinan Djohar Arifin Hussein.

Banyak pihak beranggapan bahwa sikap Tono ini merupakan pilihan yang darurat ditengah konflik sepakbola nasional. Namun KONI tidak bisa begitu saja melupakan keberadaan PSSI. Karena PSSI sendiri masih aktif dalam bekerja, bahkan timnas Indonesia yang dibentuk sendiri, baru saja mengikuti ajang kejuaraan piala AFF 2012.

Mungkin saja, Tono melakukan hal darurat ini karena ingin bertindak cepat ditengah kisruh yang melanda sepakbola nasional sekarang ini. Akan tetapi tindakannya tersebut tidak bisa dibenarkan. Seharusnya KONI dan Satlak Prima mengikuti peraturan-peraturan yang ada dalam memilih calon pelatih dan membentuk timnas. Yaitu dengan mengikutsertakan PSSI sebagai Induk cabang olahraga sepakbola nasional, dan tidak begitu saja diabaikan.

//