Portal Berita Indonesia

Monumen Perjuangan Bajra Sandi

Monumen Perjuangan Bajra Sandi Diulas oleh evacation pada . Artikel berikut membahas tentang Monumen Perjuangan Bajra Sandi

Monumen perjuangan rakyat Bali adalah sebuah monumen yang terletak di kawasan Renon kota Denpasar, Provinsi Bali. Monumen ini sering juga dikenal dengan nama Bajra Sandhi karena bentuk monumennya yang menyerupai lonceng (genta) yang biasa dipakai oleh para penghulu agama di Bali ketika mereka memimpin doa. Bajra atau Genta dan Shandi juga  mempunyai arti Suci. Monumen [...]

Rating: 4

Monumen perjuangan rakyat Bali adalah sebuah monumen yang terletak di kawasan Renon kota Denpasar, Provinsi Bali. Monumen ini sering juga dikenal dengan nama Bajra Sandhi karena bentuk monumennya yang menyerupai lonceng (genta) yang biasa dipakai oleh para penghulu agama di Bali ketika mereka memimpin doa. Bajra atau Genta dan Shandi juga  mempunyai arti Suci. Monumen ini berada di kawasan yang tempat kantor-kantor pemerintahan berada. Letaknya berada di tengah lapangan yang biasa di gunakan oleh masyarakat untuk beraktifitas.

Arsitektur monumen mengambil bentuk Bajra atau Genta, yaitu sebuah peralatan yang biasa digunakan oleh Pandita Hindu selama upacara keagamaan. Setiap patung dan  ukiran yang berada di kompleks monumen memiliki makna sendiri-sendiri. Sementara seluruh monumen melambangkan Gunung Mandara, tempat dimana para dewa melakukan pertempuran dengan para raksasa memperebutkan Tirta Amerta. Sesuai dengan semangat monumen itu sendiri yang mencerminkan dan mengenang perjuangan rakyat Bali jaman dahulu.

bajrasandiArsitektur yang terdiri dari 17 gerbang utama, 8 pilar, dan ketinggian monumem yang mencapai 45 meter, adalah gambaran dari tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Saat memasuki bagian-bagian awal monumen pengunjung akan di suguhi oleh diorama yang menampilkan manusia purba pada jaman masih meramu dan berburu dan meramu.

Bagian selanjutnya memperlihatkan perkembangan masyarakat Bali di masa kerajaan, penjajahan, revolusi fisik, samapai pada masa pasca kemerdekaan. Semtara di bagian akhir monumen, akan terlihat diorama yang memperlihatkan mengenai proses pembangunan Universitas Udayana pada tahun 1975.

Masih ada satu tempat lagi yang bisa di kunjungi yakni puncak monumen yang berbentuk lonceng. Keindahan kota akan terlihat dari tepat ini.

Monumen idi dibangun atas rancangan dari Ir. Ida Bagus Gede Yadnya, yang berhasil memenangkan kompetisi arsitektur yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi, Kompetisi untuk sebuah proyek bangunan monumen yang di peruntukan untuk mengenang perjuangan rakyat Bali. Setelah di dapatkan pemenangnya lalu Ida Bagus Mantra, yang merupakan mantan Gubernur Bali kala itu, adalah figur yang memulai proyek pembangunan monument ini, proses pembangangunanya sendiri tidak berjalan mulus beberapa kali sempat tertunda sebelum akhirnya benar-benar bisa terselesaikan, dan diresmikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri selaku Presiden Republik Indonesia pada tanggal 14 Juni 2003.

Karena letaknya yang berada di pusat kota Denpasar maka untuk mencapai monumen ini tidak memiliki kesulitan yang berarti. Dari bandara Ngurah Rai memerlukan waktu 30 menit perjalanan. Terdapat pilihan transfortasi lain yang bisa dipilih yakni angkutan umum atau bemo jurusan Sanur-Teuku Umar, jika naik angkutan umum dari Sanur menuju Teuku Umar maka bisa turun tepat di depan monumen, sementara jika dari Teuku Umar menuju Sanur maka harus turun di jalan Cok Agung Tresna yang berjarak sekitar 300 meter dan bisa di tempuh dengan jalan kaki.