Portal Berita Indonesia

Mengapa Negara Indonesia Belum Layak Dikatakan Sebagai Negara Maju?

Mengapa Negara Indonesia Belum Layak Dikatakan Sebagai Negara Maju? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Mengapa Negara Indonesia Belum Layak Dikatakan Sebagai Negara Maju?

Q: padahal setahu saya negara indonesia adalah negara yang memilliki sumber daya alam yang melimpah ruah, tapi kenapa negara indonesia belum layak dikatakan sebagai negara maju. A. Hai Dina, Dalam hidup kenegaraan Indonesia belum bisa digolongkan dalam urutan negara/negara maju, meskipun menurut kita Indonesia kaya berlimpah ruah. Negara Indonesia masih menempati rangking ” negara berkembang”. [...]

Rating: 5

Q: padahal setahu saya negara indonesia adalah negara yang memilliki sumber daya alam yang melimpah ruah, tapi kenapa negara indonesia belum layak dikatakan sebagai negara maju.

A. Hai Dina,

Dalam hidup kenegaraan Indonesia belum bisa digolongkan dalam urutan negara/negara maju, meskipun menurut kita Indonesia kaya berlimpah ruah.

Negara Indonesia masih menempati rangking ” negara berkembang”.

untuk menjadi negara maju maka Indonesia harus ;

- taraf ekonomi dan kesejahteraan rakyat harus menempati
statistik sama dengan negaranegara maju lainnya, seperti
Amerika, Eropah dan beberapa negara Asia dan Timur
Tengah.

- militer sebagai satu-satunya andalan negara kita memper
tahankan negara dan bangsa kita juga harus menyamai
seperti pada negara maju

- hubungan bilateral – multi internasional dalam bidang
sosial, hukum, ekonomi , keamanan harus setara
dengan negara maju.

dan masih banyak lagi yang termasuk dalam komitment internasional, yg harus Indonesia upayakan.

indonesia memiliki berapa pulau?
Q: apa yang di maksud hukum porokial ?
apa yang di maksud dengan hukum internasional ?

A. Jumlah pulau di Indonesia menurut data Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2004 adalah sebanyak 17.504 buah. 7.870 di antaranya telah mempunyai nama, sedangkan 9.634 belum memiliki nama.

Hukum Parokial diartikan sebagai, tingkat valditas dan kebenarannya dalam perwujudan demokrasi hanya dapat dinilai menurut kondisi negeri setempat

Hukum Internasional :
Hukum Internasional ialah keseluruhan kaedah dan asas yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara antara: (i) negara dengan negara; (ii) negara dengan subyek hukum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu sama lain.

Istilah hukum internasional adalah hukum bangsa-bangsa, hukum antar bangsa atau hukum antar negara. Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. Hukum antar bangsa atau hukum antar negara menunjukkan pada kompleks kaedah dan asas yang mengatur hubungan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa atau negara.

Hukum Internasional terdapat beberapa bentuk perwujudan atau pola perkembangan yang khusus berlaku di suatu bagian dunia (region) tertentu : (1) Hukum Internasional regional : Hukum Internasional yang berlaku/terbatas daerah lingkungan berlakunya, seperti Hukum Internasional Amerika / Amerika Latin, seperti konsep landasan kontinen (Continental Shelf) dan konsep perlindungan kekayaan hayati laut (conservation of the living resources of the sea) yang mula-mula tumbuh di Benua Amerika sehingga menjadi hukum Internasional Umum. (2) Hukum Internasional Khusus : Hukum Internasional dalam bentuk kaedah yang khusus berlaku bagi negara-negara tertentu seperti Konvensi Eropa mengenai HAM sebagai cerminan keadaan, kebutuhan, taraf perkembangan dan tingkat integritas yang berbeda-beda dari bagian masyarakat yang berlainan. Berbeda dengan regional yang tumbuh melalui proses hukum kebiasaan.

Inilah kebesaran jiwa sesungguhnya…………..!?
Q: Timor Leste merayakan 10th Independence Days…

(gak terasa ya..?, inget2 gue baru kemaren merdekanya…)

dan dalam pidatonya, Prime Minister Ramos Horta menyerukan kepada dunia Internasional, khususnya Mahkamah Internasional agar menghentikan kasus pelanggaran Ham yang dituduhkan kepada beberapa Jenderal dari Indonesia

Ramos Horta mengatakan Rakyat Timor Leste hanya ingin menatap langkah kedepan .., dan melupakan masa lalu yang suram..
dan Timor Leste ingin membangun hubungan yang lebih baik dengan Indonesia..

(padahal tuduhan tersebut termasuk klasifikasi pelanggaran Ham kelas berat.., dunia Internasional memandang Jenderal2 dari Indonesia bertanggung jawab atas hilangnya nyawa lebih dari 200 ribu warga Timor Timur (nama sebelum merdeka).., termasuk diantaranya tragedi Santa Cruz)

betul2 dibutuhkan kebesaran jiwa segenap komponen bangsa untuk dapat mengambil keputusan yang amat berat tersebut..

Apakah Indonesia akan terus menatap ke belakang? dengan resiko tersandung batu yang ada didepan..?

salam – wcw

A. Timor Timur, langkah terakhir Amerika di Asia Tenggara pasca perang Vietnam, yang yakin akan teori Domino, bahwa Komunis akan menguasai Asia Tenggara….

Setelah Indonesia, diberi tip di awal 70an, kalau Timor Timur Komunis, karena di Portugak yang menang pemilu partai komunis, dengan "berkat" Amerika, Indonesia masuk ke Timor Timur bersamaan dengan berakhirnya Perang Vietnam…

Diakhir 70an Indonesia berhasil menetralisir komunis, dengan permintaan Amerika, Indonesia mengisolir, gerkan bersenjata di Timor Tomur di ujung dekat P. Kambing.

Bersamaan dengan Rotasi 100 batalyon tahun 83an, Amerika juga mengirim pasukannya dengan alasan "latihan" bersama Indonesia…Bogor menjadi saksi, bagaimana "bule" yang berbahasa indonesia (special forces) berseliweran…..

Tahun 1985 Amerika membuka perekrutan tentara Aktif dari seluruh wilayah Asia Tenggara dan Pasicif area, yang langsung dimasukan dalam program "First in Asia" di P.Okinawa, yang juga menjadi medan latihan 1st Special Forces Group. (sekarang berbasis di Washington State) yang menjadi instruktur bagaimana perang di Wilayah Asia Tenggara dan Pacific.

Timor Timur setelah periode tersebut, menjadi Kuda hitam, bersamaan dengan ditanda tangani Konfrensi Hukum Laut di Phillipines, yang Amerika menolak menanda tangani, dengan Korban bagi Indonesia meninggalnya salah satu negotiator dari AL. Indonesia berhasil menggolkan konsep Wawasan nusantara, bahwa seluruh wilyah perairan diantara pulau-pulau diwilayah Indonesia adalah mikil Indonesia, ZEE dihitung dari Pulau terluar yang berada dalam wilayah Indonesia.

Australia mulai mendekati Timor Timur, menawarkan konsep ZEE di wilayah laut antara Tomir Timur, australia, dan Indonesia….

Akibatnya…..Timor Timur menjadi negara merdeka……

mau tanya masalah nasionalisme.?
Q: kenapa kapal malaysia terus masuk ke wilayah indonesia?

A. " Kalau tanya nasionalisme saya rasa setiap anak bangsa ini punya rasa nasionalisme yang sangat tinggi manakala kedaulatan negara dan tanah air ini terusik apalagi jika bangsa ini dilecehkan dan saya sangat yakin dan percaya itu, termasuk soal dgn malaysia ini, mungkin emosi dan rasa nasionalis kita akan tersentuh dan darah kita pun akan mendidih gregetan melihat tingkah negeri jiran satu ini, apakah karena itu dilakukan oleh Malaysia yang punya sejarah hubungan khusus dgn Indonesia sehingga kadar emosi nya jadi begitu tinggi, coba saja bayangkan andai itu dilakukan oleh Amerika atau Australia (?)
Soal Ambalat, wilayah itu katanya masih ber status "Status Quo" bukan murni wilayah kedaulatan kita tapi hanya bisa punya hak berdaulat menurut hukum intyernasional dan masing2 punya alasan untuk mengklaim, sehingga memang harus di bicarakan dengan pihak Malaysia, namun jika kita yakin secara sejarah dan hukum internasional bahwa itu adalah daerah kedaulatan kita atau kita punya hak berdaulat disana, tidak ada kata lain , pemimpin kita harus tegas memperingatkan Malaysia untuk tidak memprovokasi kita disana, kita cinta damai tapi kita lebih cinta lagi dengan tanah air kita sendiri, lawan tidak dicari kalau nantang siapa takut, meskipun itu saudara muda sendiri"

Powered by Yahoo! Answers