Portal Berita Indonesia

Kamu Akan Gemuk jika Berhenti Merokok?

Kamu Akan Gemuk jika Berhenti Merokok? Diulas oleh inews pada . Artikel berikut membahas tentang Kamu Akan Gemuk jika Berhenti Merokok?

Khawatir berat badan bakal naik setelah berhenti merokok menjadi alasan banyak pecandu rokok untuk tetap meneruskan kebiasaannya. Padahal, naik tidaknya berat badan pasca-berhenti merokok sangat bergantung pada tingkat kecanduannya. Perokok yang berhenti merokok rata-rata memang berat badannya naik sekitar satu kilogram dalam 3 bulan. Sementara itu, mereka yang tergolong pecandu berat kenaikannya bisa tiga kali [...]

Rating: 5

01

Khawatir berat badan bakal naik setelah berhenti merokok menjadi alasan banyak pecandu rokok untuk tetap meneruskan kebiasaannya. Padahal, naik tidaknya berat badan pasca-berhenti merokok sangat bergantung pada tingkat kecanduannya.

Perokok yang berhenti merokok rata-rata memang berat badannya naik sekitar satu kilogram dalam 3 bulan. Sementara itu, mereka yang tergolong pecandu berat kenaikannya bisa tiga kali lipat dari itu.

“Nikotin dalam rokok memang bisa menekan keinginan makan dan mempercepat metabolisme. Kebiasaan merokok memang bisa menjadi pengendali berat badan sehingga makin kecanduan Anda pada rokok, kemungkinannnya untuk gemuk setelah berhenti merokok lebih besar,” kata Dr Norman Edelman dari American Lung Association.

Sementara itu penelitian yang dilakukan tim dari Kyoto tidak menemukan perbedaan signifikan dalam peningkatkan berat badan antara pasien yang menggunakan metode berhenti merokok dengan koyo (patch) dan obat varenicline sebagai pengganti nikotin.

Menurut Dr Cheryl Healton, dari lembaga nonprofit antitembakau, berat ringannya berat badan sebenarnya juga dipengaruhi oleh tipe kepribadian seseorang. “Ada orang yang memuaskan keinginannya yang tak terpenuhi dengan makanan,” katanya.

Para ahli mengatakan, program sulih nikotin untuk mereka yang ingin berhenti merokok seharusnya juga diikuti dengan terapi perubahan perilaku sehingga kegemukan bisa dicegah.

“Mengukur berat ringannya kecanduan rokok seseorang sangat penting sebelum memutuskan berhenti merokok sehingga bisa diprediksi berapa kenaikan berat badan yang mungkin akan dialami,” kata Dr Koji Hasegawa.

Ia menjelaskan, kegemukan setelah terapi berhenti merokok membuktikan adanya sindrom putus nikotin. “Karena nikotin akan merangsang pelepasan dopamin di otak sehingga menekan rasa lapar,” katanya.

Nikotin juga akan membuat metabolisme tubuh lebih cepat. “Jika ingin berhenti merokok, Anda harus makan lebih sedikit dari biasanya. Kalau jumlah kalori yang diasup masih sama seperti saat masih merokok, Anda pasti kegemukan,” kata Healton.

Secara umum, perokok pria yang berhenti merokok akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 2,7 kg, sementara pada wanita kenaikannya bisa mencapai 3,6 kg.

Meski demikian, para ahli meminta para perokok jangan terlalu mencemaskan soal kenaikan berat badan tetapi lebih fokus pada upaya menghentikan kecanduan rokok.

“Salah satu cara jika ingin panjang umur adalah berhenti merokok. Lagi pula, setelah beberapa lama pada umumnya para perokok yang berhenti tersebut juga bisa menurunkan berat badannya,” kata Healton.