Portal Berita Indonesia

Jelakan Bagaimana Sikap Kita Sebaiknya Dalam Menghadapi Dampak Globalisasi?

Jelakan Bagaimana Sikap Kita Sebaiknya Dalam Menghadapi Dampak Globalisasi? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Jelakan Bagaimana Sikap Kita Sebaiknya Dalam Menghadapi Dampak Globalisasi?

Q: A. Kita harus dapat memilih mana yg positif dan mana yang negatif dari dampak tersebut contoh internet. Sekarang dapat di akses dengan mudah dan sudah banyak tontonan yg tidak baik, jadi kita seharusnya dapat menilai mana yang baik mana yang buruk. Untuk itu, knapa dampak globalisasi harus diperhatikanv v v v v v v [...]

Rating: 5

Q:

A. Kita harus dapat memilih mana yg positif dan mana yang negatif dari dampak tersebut contoh internet. Sekarang dapat di akses dengan mudah dan sudah banyak tontonan yg tidak baik, jadi kita seharusnya dapat menilai mana yang baik mana yang buruk. Untuk itu, knapa dampak globalisasi harus diperhatikan
v v v v v v v v v v v v v v v v v v
Apakah PR perlu bagi perusahaan atau organisasi?
Q:

A. PERAN PUBLIC RELATION DALAM ERA GLOBALISASI

Profesi PR (Public Relation) memang tidak dapat menghasilkan suatu prodak yang dapat diukur, Anggapan demikian akan dapat diluruskan bila suatu saat perusahaan atau institusi mengalami krisis manajemen, maka fungsi dan kerja PR barulah dapat diukur.Dalam menghadapi era globalisasi dimana situasi dan kondisi yang penuh tantangan, PR akan menghadapi tugas yang cukup berat. Kemampuan mereka dalam berkomunikasi sangat menentukan opini publik terhadap perusahaan atau institusi yang diwakilinya.
Profesi PR (Public Relation) memang tidak dapat menghasilkan suatu prodak yang dapat diukur, Anggapan demikian akan dapat diluruskan bila suatu saat perusahaan atau institusi mengalami krisis manajemen, maka fungsi dan kerja PR barulah dapat diukur.

Dalam menghadapi era globalisasi dimana situasi dan kondisi yang penuh tantangan, PR akan menghadapi tugas yang cukup berat. Kemampuan mereka dalam berkomunikasi sangat menentukan opini publik terhadap perusahaan atau institusi yang diwakilinya.
Prinsip komunikasi dua arah merupakan tuntutan seorang PR agar dapat memberitahu atau dapat mengubah sikap,
pendapat, perilaku tertentu perorangan/kelompok agar sesuai dengan tujuan institusi yang diwakilinya. Dengan kata lain dapat berkomunikasi se-efektif mungkin untuk menciptakan saling pengertian. Secara internal aktivitas PR adalah menciptakan Mutuall Understanding antara bawahan dan atasan, sedangkan secara eksternall antara perusahaan
dengan masyarakat (konsumen/publik).

Secara umum, seorang PR tidaklah perlu mempunyai keahlian akademis, namun perlu untuk memiliki atribut sbb, :
1. Kemampuan berkomunikasi.
2. Kemampuan berorganisasi.
3. Kemampuan untuk dapat bergaul dengan banyak orang.
4. mempunyai integritas diri.
5. mempunyai imajinasi/kreatif
6. Niat untuk mengembangkan wawasan.

Mengingat tugas PR menuntut adanya hubungan baik, maka peran media sangat membantu kepanjangan tangan PR.
Dan adalah kesalahan fatal bagi PR bila dalam menghadapai krisis manajemen, misalnya : pemogokan, krisis keuangan, dsb. kemudian PR menutup saluran informasi dan komunikasinya dengan pihak pers. Padahal dalam situasi krisis inilah kemampuan PR untuk berkomunikasi secara obyektif yang mempunyai nilai publisitas positif terujii dalam menghadapi pers. Sehingga melalui krisis tersebut masyarakat justru dapat memiliki opini positif terhadap perusahaan yang diwakili. Seperti kita amati saat ini bahwa dalam menjalankan suatu usaha, orientasii kita tidak hanya pada keuangan sematamata,
namun faktor-faktor sosiall perlu juga sebagai pertimbangan. Semisalâ pencemaran limbah perusahaan
dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat, dengan demikian seberapa jauh tanggung jawab sosial perusahaan
dalam menghadapi âkrisisâ tersebut menciptakan opini tersendiri di mata masyarakat.
Merupakan tantangan profesi bagi PR untuk mampu memprediksi dan secara proaktif dalam menghadapi dan
mengantisipasi masalah eksternal yang berhubungan dengan sesuatu yang serius/gawat agar melalui krisis tersebut
tercipta suatu citra positif institusi/perusahaan. Justru pada saat terjadi suatu krisis akan memaksa pihak manajemen
untuk berpikir positif, kreatif dan inovatif sehingga dapat menemukan cara-cara atau sistem baru untuk memperbaiki
manajemen.

Dalam krisis tersebut tim pengendali krisis tidak hanya berupaya keluar dari suatu krisis tetapi justru
memanfaatkan krisis dan pertentangan itu sebagai manajemen yang kreatif serta siap menghadapi krisis-krisis yang akan muncul kemudian. Tindakan pencegahan merupakan upaya yang paling tepat mengatasi krisis yang terjadi.

Strategi untuk pencegahan timbulnya suatu krisis merupakan salah satu fungsi PR yang cukup penting selain untuk mempertahankan kepercayaan dan citra enstitusi dari publik. Salah satu solusi untuk usaha pencegahan tersebut dapat dibentuk satu Tim Manajemen Krisis, sehingga bila krisis melanda maka tim terseubt segera melakukan langkah-langkah :
- Tindakan Preventif (Pencegahan)
- Tindakan Kuratif ( Identifikasi)
- Tindakan Recovery (Pemulihan citra)

Public Relation Manajemen meliputi :
1. Planning
Membuat perencanaan kerja dalam setahun dengan mengacu pada kondisi masa lalu yang disesuaikan dengan kondisi ke depan. Perencanaan tersebut hendaknya disusun menurut jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Dalam pembuatan perencanaan, PR perlu membina kerja tim yang baik dengan bagian-bagian yang lain, agar realisasi
pencapaian hasil akhir tidak jauh dari perencanaan yang dibuat.

2. Budgeting
PR hendaknya dapat menentukan besarnya budget yang dibutuhkan bagi keberhasilan kerjanya. Namun budget
tersebut nantinya tidak merupakan âcostâ tetapi justru merupakan investasi yang akan dapat diperhitungkan profit yang dicapai melalui evaluasi. Profit tersebut tidak selalu berupa materi namun dapat juga diukur melalui publik opini yang positif seperti tujuan dari perusahaan.

3. Acting
Melaksanakan rencana kerja dengan mengacu kepada target market yang dituju, sekaligus memilih media yang sesuai dengan target market. Hal tersebut dapat direalisasikan melalui beberapa cara :
· Media cetak/Elektronik / Visual
· Exhibition
· Brosur
· Seminar/Talk Show
· Dll.

4. Evaluating
Membiasakan mempelajari respon dari setiap aktivitas yang telah dilakukan. Sehingga kita dapat mengukur sejauh mana
kekuatan, kelemahan, hambatan serta peluang yang harus dihadapi oleh institusi. Dari uraian di atas, seberapa pentingnya kedudukan PR dalam menghadapi era globalisasi tergantung seberapa jauh visi manajemen dalam mengantisipasi keadaan perusahaan. Secanggaih apapun sistem manajemen tetap akan memiliki celah-celah yang akan dapat mengakibatkan krisis. Karena itulah prinsip pencegahan jauh lebih baik dibandingkan dengan perbaikan.

…………..
referensi

Bagaimana Mengelola Bisnis Agar Tidak Selalu Gagal? karena saya sering merasa gagal?
Q:

A. Agar bisnis dapat berjalan dengan sukses maka perlu diorganisasikan. Dalam mengorganisasi suatu bisnis tentunya harus memperhatikan unsur-unsur bisnis yang ada. Unsur bisnis yang perlu mendapat perhatian pengusaha yaitu lingkungan bisnis. Lingkungan sangat besar pengaruhnya kepada efisiensi dari operasional perusahaan dan kemampuannya untuk memperoleh keuntungan, Untuk itu setiap pemilik dan pemimpin usaha harus dapat memahami keadaan lingkungannya dan dampak lingkungan tersebut terhadap usahanya.

Secara garis besar lingkungan bisnis dapat dibedakan menjadi; lingkungan pasar (market environment), dan lingkungan bukan pasar (nonmarket environment). Yang termasuk dalam lingkungan pasar adalah unsur-unsur dalam sistem pasar yang berpengaruh terhadap kegiatan suatu perusahaan, yang meliputi;

Langganan
Perusahaan yang menyediakan bahan mentah
Para pekerja dalam perusahaan
Perusahaan lain pesaing maupun bukan pesaing

Sedangkan lingkungan bukan pasar meliputi beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan perusahaan dalam perekonomian. Unsur-unsurnya antara lain;
Kegiatan ekonomi pada keseluruhannya
Peraturan dan Undang-undang negara dan pelaksanaannya
Kestabilan pemerintah/politik dan kebijakan pemerintah
faktor sosial dan budaya dalam masyarakat
Organisasi perburuhan dan masyarakat lain
Situasi dan perkembangan ekonomi global

Unsur lain yang mempengaruhi lingkungan bisnis berasal dari luar negara antara lain perkembangan persaingan dan kemampuan untuk bersaing, pertumbuhan di negara lain dan investasi modal asing. Untuk menghadapi persaingan dalam era globalisasi saat ini, organisasi bisnis perlu meningkatkan teknologi dan produktivitas, melakukan penetrasi ke pasar baru, dan menekan biaya produksi.

Untuk mengelola organisasi bisnis diperlukan pengelolaan atau manajemen serta orang yang bertanggung jawab yang disebut manajer. Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan. Kegiatan yang ada dalam organisasi atau perusahaan antara lain meliputi kegiatan pemasaran, produksi, personalia, keuangan dan administrasi keuangan. Orang yang bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut disebut manajer. Jadi manajer adalah orang yang bertanggsung jawab untuk mengarahkan usaha yang bertujuan membantu organisasi dalam mencapai sasarannya. Semua manajer memiliki tanggung jawab yang sama baik organisasi formal maupun informal. Proses manajemen dilakukan secara bersama-sama oleh manajemen bawah (supervisor) manajemen menengah (middle management) dan manajemen puncak (top management).

Manajemen bawah bertanggung jawab untuk operasi unit tertentu, tugas pokok mereka berada pada proses pengawasan, perencanaan dan pengorganisasian. Manajemen menengah berkaitan dengan tugas-tugas integrasi serta melakukan proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan. Manajemen puncak memiliki lebih banyak tanggungjawab pada proses perencanaan dan pengorganisasian serta melakukan sedikit pengawasan. Contoh dari proses manajemen ini misalnya para manajer dapat menentukan gaya kepemimpinan atau mempengaruhi sikap karyawan tentang pekerjaan mereka.

Powered by Yahoo! Answers