Portal Berita Indonesia

Investasi Properti: Tanah, Rumah, atau Apartemen?

Investasi Properti: Tanah, Rumah, atau Apartemen? Diulas oleh estyle pada . Artikel berikut membahas tentang Investasi Properti: Tanah, Rumah, atau Apartemen?

Investasi properti menjadi salah satu jenis investasi yang paling menguntungkan. Pertanyaannya kemudian, lebih baik mana: invetasi tanah, rumah, atau apartemen? Ketiganya sebenarnya sama-sama memiliki resiko dan keuntungan. Nah, sebelum membahas lebih lanjut, harus kita sadari bawha setiap investasi, dalam bidang apapun, pasti menginginkan pengembalian (return) yang positif, tidak mungkin ingin negatif. Dan berikut analisa kelebihan [...]

Rating: 5

Investasi properti menjadi salah satu jenis investasi yang paling menguntungkan. Pertanyaannya kemudian, lebih baik mana: invetasi tanah, rumah, atau apartemen? Ketiganya sebenarnya sama-sama memiliki resiko dan keuntungan. Nah, sebelum membahas lebih lanjut, harus kita sadari bawha setiap investasi, dalam bidang apapun, pasti menginginkan pengembalian (return) yang positif, tidak mungkin ingin negatif.

Dan berikut analisa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing investasi tanah, rumah, dan apartemen.

Tanah
Kelebihan:

  • Return cukup besar, kenaikan harga 15-30 persen, tapi sangat tergantung pada lokasi dan infrastruktur pendukung di sekitarnya.
  • Biaya perawatan rendah
  • Aman dan tidak perlu asuransi

Kekurangan:

  • Sulit disewakan
  • Sulit dijadikan jaminan hutang di bank
  • Semakin luas, terkadang semakin sulit dijual.

Rumah

Kelebihan:

  • Kenaikan harga 10-25 persen, tapi masih di bawah harga tanah
  • Lebih mudah dijual daripada tanah
  • Lebih mduah dijadikan jaminan utang di bank
  • Bisa disewakan sehingga ada kemungkinan pendapatan tambahan

Kekurangan:

  • Nilai ekonomis setiap rumah terus berkurang setiap tahunnya, minimal 10 persen
  • Pajak bangunan lebih mahal dibandingkan dengan tanah
  • Relatif tidak aman sehingga perlu diasuransikan.

Apartemen

Kelebihan:

  • Cukup mudah dijual kembali, terutama jika berlokasi di tempat strategis.
  • Bisa dijadikan jaminan di bank, dan nilai taksasinya dibawah rumah
  • Pendapatan tambahan cukup besar

Kekurangan:

  • Return kecil, sekitar 20 persen pertahun
  • Biaya perawatan dan listrik relatif mahal
  • Renovasi hanya terbatas pada interior
  • Sering terjadi kerusakan paralel

Dalam bisnis maupun invetasi properti, kita harus benar-benar jeli memilih mana yang berpotensi memberikan pendapatan (income) dan peningkatan model (capital gain) cukup besar. Income bisa didapatkan dari sewa/ kontrak, dibuat kost-kostan, dibuat tempat usaha, dan lain sebagainya. Untuk anjuran waktu invetasi (holding period), tanah berkisar 5 tahun, sedangkan rumah dan apartemen 3 tahun. Dalam waktu tersebut sudah bisa dilihat potensi capital gain-nya besar atau kecil. Selamat berinvestasi!