Portal Berita Indonesia

Danau kembar Buyan dan Tamblingan, Danau Alami yang menawarkan sejuta keindahan

Danau kembar Buyan dan Tamblingan, Danau Alami yang menawarkan sejuta keindahan Diulas oleh evacation pada . Artikel berikut membahas tentang Danau kembar Buyan dan Tamblingan, Danau Alami yang menawarkan sejuta keindahan

Danau kembar Buyan dan Tamblingan berada di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Danau ini dinamakan kembar karena berdampingan antara danau Buyan dan Tamblingan. Kedua Danau ini masih memiliki panorama alam yang masih alami, tenang serta damai sehingga wisatawan dapat dengan leluasa menikmati pemandangan alam di sekitarnya sangat mempesona tanpa terganggu hal apapun [...]

Rating: 5

Danau kembar Buyan dan Tamblingan berada di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Danau ini dinamakan kembar karena berdampingan antara danau Buyan dan Tamblingan. Kedua Danau ini masih memiliki panorama alam yang masih alami, tenang serta damai sehingga wisatawan dapat dengan leluasa menikmati pemandangan alam di sekitarnya sangat mempesona tanpa terganggu hal apapun semua seperti ‘menyatu’ dengan alam yang masih ‘perawan’.

Jauh dari sentuhan tangan-tangn modernisasi dan keramaian hampir tidak tersentuh sehingga kealamian alamnya tetap selalu terjaga. Bahkan disini wisatawan tidak akan menemukan perahu bermesin untuk mengantar para wisatawan atau sebagai sarana transportasi penduduk sekitar. Penduduk disini hanya menggunakan perahu-perahu tradisional yang berukuran kecil yang biasa mereka sebut pedahu.

Luas kedua Danau ini adalah Danau Buyan (367 Ha) dan Danau Tamblingan (115 Ha) dan berada di ketinggian antara 1.210 – 1.350 mdpl. Danau di kelilingi oleh hutan utuh yang masih alami serta menampilkan view tebinng Danau yang curam. Perairan danau cukup tenang dengan udara pegunungan yang berada di ketinggian 1.350 mdpl membuatnya  sejuk dan nyaman. Di lokasi ketinggian tertentu Wisatawan dapat melihat pemandangan danau yang strategis dari ketinggian. Cocok untuk beristirahat sambil melihat pemandangan yang luas terbentang. Terdapat juga pura sebagai tempat suci umat Hindu yang di bangun dintara pohon yang besar dan lebat sehingga membuat Pura tersebut khas dan unik.

Banyak hal yang bisa di lakukan oleh wisatawan saat menikmati keindahan objek wisata alam Danau Kembar. Seperti memancing, berenang, maupun berkeliling menggunakan perahu tradisional menikmati kawasan danau yang masih hijau di kelilingi pohon-pohon alami yang rimbun membuat segar suasana dan udara di sekitarnya. Kegiatan rekreasi wisata alam seperti berkemah, lalu lintas alam, penjelajahan hutan, dan out bound juga bisa dilakukan. Selain wisata hiburan wisata ilmiah atau widya wisata, juga bisa di lakukan.

Untuk menuju Danau Buyan dan Tamblingan yang berlokasi di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada ini maka bisa di tempuh dari kota Singaraja sekitar 21 km, rutenya ke arah selatan.  Atau bisa juga menggunakan kendaraan umum yang melayani rute jurusan Denpasar – Singaraja.

Naiknya dari terminal Ubung Denpasar, lalu turun di Candikuning/Bedugul. Jaraknya  kurang lebih sekitar 58 km, memakan waktu tempuh 1 jam perjalanan. Sekumpulan kera akan menyambut kedatangan wisatawan di jalan raya Denpasar-Singaraja, kera ini termasuk jinak sehingga tidak terlalu menggangu.

Sementara jika wisatawan berangkat dari kota Singaraja, maka menggunakan kendaraan umum (minibus) yang melayani rute jurusan Singaraja-Denpasar. Jaraknya kurang lebih 36 km dan bisa ditempuh dengan waktu normal 40 menit. Lokasi kedua danau yang sangat strategis karena diapit Puran Ulun Danu di Bedugul, Air Terjun Git-Git, dan Pantai Lovina. Membuat Danau kembar menjadi pilihan wisata strategis untuk melanjutka ke tempat wisata lainnya.