Portal Berita Indonesia

Butuh Informasi Lengkap Nama2 Fakultas Yg Banyak Diminati Di Universitas Sekarang Ini.?

Butuh Informasi Lengkap Nama2 Fakultas Yg Banyak Diminati Di Universitas Sekarang Ini.? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Butuh Informasi Lengkap Nama2 Fakultas Yg Banyak Diminati Di Universitas Sekarang Ini.?

Q: Juga berhubungan dengan lapangan kerja yg bagus untuk masa depan. A. Tergantung untuk bidang IPA atau IPS? Ini maksudnya di Universitas Negeri ya? kalau menurut pengamatan saya sampai sejauh ini sih yang sekarang sedang diminati dan banyak dicari adalah :1. Komunikasi 2. Telekomunikasi — wah, kalau ini sih tidak diragukan lagi karena sekarang jaman [...]

Rating: 4

Q: Juga berhubungan dengan lapangan kerja yg bagus untuk masa depan.

A. Tergantung untuk bidang IPA atau IPS? Ini maksudnya di Universitas Negeri ya? kalau menurut pengamatan saya sampai sejauh ini sih yang sekarang sedang diminati dan banyak dicari adalah :
1. Komunikasi
2. Telekomunikasi — wah, kalau ini sih tidak diragukan lagi karena sekarang jaman globalisasi dimana telekomunikasi memegang peranan sangat penting
3. Broadcasting — karena usaha media juga sedang berkembang demikian luas, akan banyak bermunculan TV lokal di berbagai daerah
4. Teknik yang khusus misalnya metalurgi
5. Teknik mesin — karena perusahaan otomotif sedang berkembang
6. Bahasa asing diluar bahasa Inggris — sangat dibutuhkan dan masih susah lho nyari orang yang bisa berbahasa asing lain diluar 10 bahasa utama dunia

jadi, selamat memilih semoga sukses!

Menurut anda, apa dampak daripada globalisasi di Indonesia?
Q:

A. pernah baca bukux pemenang nobel ekonomi
joseph stiglitz g? yg judulx "globalisasi dan kebohongan
lembaga keuangan internasional"?

di situ dijelasin,bahwa sesungguhnya konsep globalisasi adalah baik, yaitu
1)untuk menghilangkan hambatan perdagangan, sehingga masyarakat bisa mencapai tingkat kemakmuran yang lebih baik karena akan tersedia banyak pilihan barang dengan harga dan kualitas yang kompetitif (ini buat konsumen),
2) kompetisi yang intens ini akan membawa perusahaan pada kinerja yg lebih baik untuk mencapai efektivitas dan efisiensi.

namun masalahnya,kata stiglitz, globalisasi ditunggangi oleh negara2 maju, globalisasi dilaksanakan terlalu cepat sehingga negara2 berkembang tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan diri sehingga akhirnya industri mereka pun digempur oleh industri negara maju yg nilai tukar komoditasx lebih besar,

negara yg berkali2 disinggung stiglitz adalah INDONESIA.
indonesia dianggap belum siap menghadapi globalisasi alias di indonesia ,dan negara2 miskin lainnya, globalisasi is "d devil"

dampaknya:
1)globalisasi membuat indonesia harus mau menjadi pasien IMF coz IMF mengidentifikasikan globalisasi sbg era pasar bebas, so, keluarlah berbagai resep ekonomi ala IMF, spt :likuidasi 16 bank, kurs mengambang bebas, yg hasilx malah membuat indonesia resmi jadi pesakitan,,,
2)indonesia sangat bergantung pada investor asing sehingga
berani menerbitkan UU PMA yg mengistimewakan investor asing hasilx bargaining power pemerintah kita jadi lemah di rumah sendiri
3)ancaman terhadap industri dalam negeri

itu ekonomi, dalam budaya adalah rentannya klaim negara lain atas kekayaan budaya negara kita kaya yg dilakuin malaysia,jepang(tempe),dll.
selain itu juga degradasi kultur karena masyarakat kita mengambil mentah2 budaya asing

yaaa,,yg jelas segala sesuatu tu memiliki dualisme
globalisasi ada juga positifnya buat indonesia yaitu menunjang arus komunikasi dan pertukaran informasi

tp gw tetep yakin, berdasarkan artikel maupun buku yg gw baca, untuk negara miskin globalisasi lebih banyak negatifnya.

Please jawab: Sebutkan bentuk bentuk gllobalisasi!!!!!!!!?
Q:

A. Bentuk-bentuk Globalisasi

Globalisasi Informasi
Kemajuan teknologi informasi melalui satelit, komputer, internet dan media massa memungkinkan berita dari belahan dunia dapat cepat sampai ke belahan dunia lain. Mengecilnya ruang dan waktu telah mengakibatkan bahwa hampir tak ada kelompok orang atau bagian dunia yang hidup dalam isolasi . Informasi ttg keadaan/situasi lain dapat menciptakan suatu pengetahuan umum yg jauh lebih luas dan aktual dari yang ada sebelumnya. Batas-batas teritorial suatu negara menjadi tidak relevan. Batas negara tidak lagi menjadi batas informasi karena seseorang mahasiswa di Indonesia dapat dengan cepat berkomunikasi langsung dengan seorang mahasiswa di Harvard ( AS )

Globalisasi Ekonomi
Dalam bidang ekonomi ada tuntutan dunia yang berupa perdagangan internasional tanpa hambatan batas-batas negara ( eksport dan import ). Proteksi berupa bea masuk yg tinggi atau larangan masuknya barang dari luar negeri dianggap bertentangan dgn arus globalisasi
Menurut Tantri Abeng perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi meliputi :
Globalisasi produksi
Globalisasi pembiayaan
Globalisasi tenaga kerja
Globalisasi jaringan informasi
Globalisasi perdagangan

Globalisasi Kebudayaan
Perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal abad ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membutuhkan penyesuaian tata nilai dan perilaku yang kemudian menjadi suatu budaya. Pengembangan kebudayaan diharapkan dapat memberikan arah bagi perwujudan identitas nasional yg sesuai dgn nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Ciri-ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan antara lain :
à Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional
à Penyebaran prinsip multikebudayaan
à Berkembangnya industri pariwisata
à Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain
à Berkembangnya mode yang berskala global
à Bertambah banyaknya event-event berskala global

Isu-isu global yang muncul dengan adanya globalisasi :
- Demokrasi
- Hak Asasi Manusia
- Pelestarian lingkungan hidup
- Pluralisme ( perbedaan dan keanekaragaman )
- Pasar Bebas ( AFTA untuk Asean, APEC untuk Asia Pasifik)

bagaimana seh peran aktivitas sosial yang dilakukan perusahaan terhadap CSR?
Q:

A. Konsep hubungan antara perusahaan dengan masyarakat ini dapat ditelusuri dari zaman yunani kuno, sebagaimana disarankan Nicholas Eberstadt. Beberapa pengamat menyatakan CSR berhutang sangat besar pada konsep etika perusahaan yang dikembangkan geraja Kristen maupun fiqh muamalah dalam Islam. Tetapi istilah CSR sendiri baru menjadi popular setelah howard bowen menerbitkan buku social responsibility of businessmen pada 1953. sejak itu perdebatan tentang tanggung jawab social perusahaan dimulai. Tetapi baru decade 1980-an dunia barat menyutujui penuh adanya tanggungjawab social itu. Tentu dengan perwujudan berbeda di masing-masing tempat, sesuai pemahaman perusahaan terhadap apa yang disebut tanggungjawab social.
Secara umum dibedakan menjadi factor eksternal dan internal. Factor eksternal terutama berkaitan dengan kritik organisasi masyarakat sipil terhadap kinerja social dan lingkungan perusahaan. Sejarah hubungan antara perusahaan dan masyarkat mencatat banyak peristiwa tragis yang disebabkan operasi perusahaan. Organisasi masyarakat sipil memprotes kinerja yang buruk, yang kemudian ditanggapi oleh perusahaan. Tanggapan defensive serta kamuflase hijau memperumit masalah, sedang yang positif menghasilkan perkembangan CSR.
Menurut Nuryana dalam makalahnyaïª bahwa Corporate Social Responsibility sebagai: âKesanggupan perusahaan untuk berperilaku dengan cara-cara yang mengikuti azas-azas ekonomi, sosial dan kelestarian lingkungan tetapi tetap menghormati kepentingan langsung dari stakeholder.â
Menurutnya pula CSR esensinya adalah sebuah konsep dengan mana perusahaan memutuskan secara sukarela untuk memberikan kontribusi kepada suatu masyarakat yang lebih baik kesejahteraannya dan lingkungan yang lebih bersih dan lestari. Banyak faktor yang mendorong munculnya gerakan CSR: (a) kepedulian dan harapan baru dari masyarakat warga, konsumen, otoritas publik dan investor dalam konteks globalisasi dan perubahan industri dalam skala besar; (b) kriteria sosial meningkat sehingga mempengaruhi keputusan investasi bagi individu dan institusi sebagai konsumen dan sebagai investor; (c) meningkatnya keprihatinan masyarakat terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas ekonomi perusahaan; (d) transparensi aktivitas bisnis yang di bawa oleh media massa dan teknologi informasi dan komunikasi modern.
Nah Organisasi yang beroperasi di Indonesia tentu merasakan dampak perubahan-perubahan mendasar tersebut. Misalnya saja, sejalan dengan nafas otonomi daerah, masyarakat di berbagai kota/kabupateningin memperoleh manfaat dari keberadaan organisasi bisnis beroperasi di daerahnya. Korporasi nasional atau multinasional dituntut untuk bisa memberikan kontribusi langsung pada pengembangan masyarakat di kota/kabupaten tempatnya beroperasi. Apalagi untuk industri-industri ekstraktif seperti pertambangan atau kehutanan yang dipandang mengeksploitasi kekayaan daerah, dituntut juga untuk bisa memberikan manfaat besar bagi daerah tersebut. Bahkan, kisruh divestasi saham sebuah perusahaan pertambangan besar setelah otonomi daerah diberlakukan melahirkan keinginan daerah untuk turut memiliki saham perusahaan tambang tersebut. Karena daerah merasa yang paling berhak atas saham tersebut. Contohnya sebuah pabrik ban di bogor setiap minggu malam mengadakan layar tancap di lapangan di dalam kompleks pabrik. Masyarakat sekitar pabrik banyak yang mengagendakan kegiatan minggu malamnya menonton film gratis di lapangan milik pabrik. Kegiatan ini membuat warga masyarakat merasa keberadaan pabrik itu memberi âmanfaatâ, meski hanya berujud kesempatan menonton layar tancap itu sebagai social gathering. Memang, masyarakat sekitar pabrik di berbagai kota juga menikmati berbagai pemberian, mulai dari hadiah sampai dengan sekedar bantuan pengobatan. Ada juga yang mendapatkan air bersih, sebagai konpensasi dari keringnya sumur warga masyarakat lantaran pabrik menyedot tanah. Ada pabrik yang memberikan bingkisan setiap menjelang lebaran pada warga sekitar. Ada pula yang memberikan sumbangan sekedarnya pada panitia peringatan hari kemerdekaan di kampung atau pemukinan sekitar pabrik. Atau mungkin kita bisa lihat seperti sedang yang dilakukan Televisi swasta ada yang memberikan sumbangan sekedarnya, dengan menggunakan berbagai istilah namun sifatnya memberikan sumbangan sekedarnya (charity/corporate givings), tapi yang dilakukannya ini cakupan luas tidak pada wilayah lokal saja namun orang-orang tertentu yang memerlukan.
Terdapat tiga tingkat kegiatan program CSR dalam usaha memperbaiki kesejahteraan masyarakat yakni :

1.Kegiatan program CSR yang bersifat charity, bentuk kegiatan seperti ini ternyata dampaknya terhadap masyarakat hanyalah âmenyelesaikan masalah sesaatâ hamper tidak ada dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, selain lebih mahal, dampak jangka panjang tidak optimal untuk membentuk cutra perusahaan, dari sisi biaya, promosi kegiatan sama halnya dengan biaya punlikasi kegiatan. Walaupun masih sangat relevan, tetapi untuk kepentingan perusahaan dan masyarkat dalam jangka panjang lebih dibuituhkan pendekatan CSR yang berorientasi pada peningkatan produktifitas dan mendorong kemandirian masyarakat.
2.Kegiatan program CSR yang membantu usaha kecil secara parsial. Saat ini makin banyak perusahaan yang menyadari pentingnya pendekatan CSR yang berorientasi pada peningkatan produktifitas dan mendorong kemandirian masyarakat, salah satu bentuk kegiatannya adalah membantu usaha kecil, tetapi bentuk kegiatan perkuatan tersebut masih parsial, memisahkan kegiatan program yang bersifat pendidikan, ekonomi, infrasutruktur dan kesehatan. Walaupun lebih baik ternyata pada tingkatan masyarakat kegiatan ini tidak dapat diharapkan berkelanjutan, bahkan cenderung meningkatkan keberuntungan masyarkat pada perusahaan, sehingga efek pada pembentukan citra ataupun usaha untuk menggalang kerjasama dengan masyarkat tidak dapat secara optimal.
Kegiatan program CSR yang berorientasi membangun daya saing masyarakat, program CSR akan meberi dampak ganda untuk perusahaan dan masyarakat karena : Dari awal dirancang untuk meningkatkan produktifitas (sebagai ukuran data saing) guna meningkatkan daya beli sehingga meningkatkan akses pada pendidikan dan kesehatan jangka panjang, untuk itu perlu diberikan penekanan pada berkelanjutan penguatan ekonomi secara mandiri (berjangka waktu yang jelas/mempunyai exit policy yang jelas)***. Sehingga keberlajutan ini akan terciptanya jalinan silaturahim dalam artian mempererat tali persaudaraan (Universal relationship) dengan masyarakat melalui tokoh-tokohnya (tokoh masyarakat,agama, pemuda dll) atau orang yang dipilih oleh perusahaan.
Dan dapat kita lihat atau cermati ralisasi program CSR di sector perbankan advertorial/korporatorial atau laporan tahuan di berbagai media termasuk website. pamadi wibiowo aktivis lingkaran studi CSR dalam tulisannya. Sejumlah bank nasional maupun asing, terdapat kecendrungan kesamaan pilihan bidang program, meliputi lima sector realisasi program
1.pendidikan (beasiswa, renovasi fisik bangunan sekolah, bantuan buku perpustakaan)
2.kesehatan (pengobatan massal, pembangunan/renovasi gedung puskesmas)
3.ekonomi (bantuan modal, kegiatan ekonomi produktif mediasi keakses permodalan)
4.bidang social-keagamaan (pembangunan sarana ibadah, khitanan missal)
5.bantuan bencana (bantuan obat dan makanan, upaya evakuasi hingga pembangunan kembali rumah dan infrastuktur yang rusak)
Landasan hukum adalah UU No. 22 Tahun 1999. Pasal 110 dikatakan, âbahwa dalam rangka pemberdayaan masyarakat, pihak ketiga yang melaksanakan pembangunan bagi wilayah desa/kelurahan (di sekitar masyarakat) menjadi wilayah industri, harus melibatkan masyarakat sekitar, baik melalui pendekatan kelembagaan atau kelompok masyarakat maupun individu.â Sebagaima landasan hukum ini seorang PR menjadi termotivasi dalam sebuah perencanaan dan pemograman comrel. Sehingga secara langsung ataupun tidak langsung opini dan citra perusahaan akan terbangun secara baik.Apalagi 21 Juli 2007 lalu DPR RI mengesahkan RUU tentang perseroan terbatas sebagai perubahan atas UU tentang perseroan No. 1/1995 menjadi UU No. 40/2007 dan yang mengatur tentang dibidang tersebut pada pasal 74. yang dimana dikatakan bahwa pasal tersebut sebagai pengejewantahan pasal 33 undang-undang dasar 1945.

Dikatakan bahwa prioritas utama adalah pada penegakkan peraturan perundang-undangan terkait dengan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan yang sudah ada. kemudian konsistensi atas segala peraturan dan perundangan serta upaya hokum lebih dari itu pemerintah sebagai shareholders utma BUMN melaksankan peraturan perundang-undangan. Seperti keputusan menteri negara badan usaha milik Negara tentang program kemitraan badan usaha milik negara dengan usaha kecil dan program bina lingkungan (PKBL). bahwa dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja, kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat, perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi, kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya, melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan. Atau pun perundangan-perundangan tentang Perseroan terbatas baik Negara maupun swasta,yang telah di atur baik secara peundang-perundangan, Kepmen, dan atau peraturan pemerintah pusat/daerah.

Powered by Yahoo! Answers