Portal Berita Indonesia

Buktikan Perilaku Pengamalan Pancasila Di Masyarakat,di Bidang Agama, Di Bidang Sosial?

Buktikan Perilaku Pengamalan Pancasila Di Masyarakat,di Bidang Agama, Di Bidang Sosial? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Buktikan Perilaku Pengamalan Pancasila Di Masyarakat,di Bidang Agama, Di Bidang Sosial?

Q: tolong jelaskan contoh-contoh perilaku pengamalan pancasila di kalangan masyarakat sekarang, di bidang sosial dan agama A. Pancasila seyogianya disikapi dengan arif dan kepala dingin, sambil berpikir dan bertindak agar Pancasila tetap sakti dan lestari sebagai falsafah, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan sebagai dasar dan ideologi negara. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan perjanjian luhur [...]

Rating: 5

Q: tolong jelaskan contoh-contoh perilaku pengamalan pancasila di kalangan masyarakat sekarang, di bidang sosial dan agama

A. Pancasila seyogianya disikapi dengan arif dan kepala dingin, sambil berpikir dan bertindak agar Pancasila tetap sakti dan lestari sebagai falsafah, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan sebagai dasar dan ideologi negara. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan perjanjian luhur seluruh anak bangsa Indonesia yang sangat majemuk, dan menghormati serta menjamin hak dan martabat kemanusiaan.

Pancasila mengandung nilai dasar yang bersifat tetap, tetapi juga mampu berkembang secara dinamis. Dengan perkataan lain, Pancasila menjadi dasar yang statis, tetapi juga menjadi bintang tuntunan (lightstar) dinamis. Oleh karena itu, Pancasila disebut sebagai ideologi terbuka, yang mengandung nilai-nilai dasar seperti tentang cita-cita, tujuan, dan nilai-nilai instrumental yang merupakan arahan kebijakan, strategi, sasaran yang dapat disesuaikan dengan tuntutan zaman.

Sebagai nilai dasar ideologi negara tidak boleh berubah. Yang dapat berubah adalah nilai-nilai instrumental yang merupakan pengamalan, pengembangan, dan pengayaan nilai-nilai dasar. Pancasila juga sebagai dasar dan ideologi negara, yaitu sumber kaidah hukum yang mengatur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum yang menguasai hukum dasar negara.

Suasana kebatinan itu di antaranya adalah cita-cita negara yang berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Ada cita-cita untuk mewujudkan persatuan yang melindungi dan meliputi seluruh bangsa, mengatasi paham golongan, mengatasi segala paham perseorangan, mewujudkan keadilan sosial, dan negara yang berkedaulatan rakyat.

Setiap orang di rumah tangga, sekolah, perusahaan, RT, RW, kota, kabupaten dst. harus mengimplementasikan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dan dengan berpegang teguh kepada prinsip âKetuhanan Yang Maha Esaâ

Dengan demikian sebenarnya kalau semua orang di negara Indonesia ini, mulai dari keluarga sampai negara mau melakukan seluruh tugas tanggung jawab pekerjaan dan jabatannya dengan selalu berprinsip kepada âKetuhanan Yang Maha Esaâ, maka otomatis Pancasila sudah menjadi ideologi, falsafah dan dasar negara.

Untuk menjaga agar Pancasila tetap sakti dan lestari, harus dilakukan peningkatan pemahamannya pada semua lapisan masyarakat. Yang lebih penting lagi, para pemimpin harus menjadi teladan dalam pengamalan Pancasila. Pancasila akan menjadi ideologi yang kuat apabila diamalkan dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kini saatnya kita menerapkan nilai-nilai Pancasila agar berdayaguna membangun kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial di tengah-tengah arus globalisasi dan kaidah-kaidah kapitalisme. Kapitalisme dan pasar bebas hanya menguntungkan individu-individu bermodal besar (investor). Akibatnya, kemiskinan semakin merajalela. Modernitas dan globalisasi bukan membuat manusia dunia semakin sejahtera, tapi sebaliknya semakin sengsara.

Tantangan kita ke depan adalah menghadirkan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam membuat kebijakan publik. Apa gunanya kita berkoar-koar tentang keagungan Pancasila, jika kebijakan yang kita keluarkan tidak berpijak pada nila-nilai ketuhanan (sila pertama), kemanusiaan (sila kedua), memperat persatuan (sila ketiga), tidak bijaksana (sila keempat), dan keadilan sosial (sila kelima). Sebagian dari kita malah hanyut dalam derap langkah sekularisme, kekerasan, dan âkeadilan kaum kapitalisâ.

Kini, para elit tidak perlu mengatakan kesadaran ber-Pancasila menipis yang ditujukan kepada pihak-pihak lain. Namun jauh lebih penting dari itu, elit politik dan para pejabat negara harus menunjukkan sikap dan perilaku yang bermoral serta mengambil kebijakan yang sesuai dengan semangat Pancasila. Nilai-nilai Pancasila harus diaktualisasikan.

contoh fenomena difusi, asimilasi, akulturasi , dan akomodasi?
Q:

A. Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.Difusi yang paling sering terjadi adalah difusi molekuler.

Asimilasi adalah proses pembauran dua etnis/suku atau lebih, seperti di Indonesia

Akulturasi adalah proses beertemunya dua budaya/adat atau lebih
Difusi proses pembauran suku yg mayoritas dan minoritas, di mana yang minoritas menyatakan dirinya mengikuti kebiasaan/adat/budaya suku mayoritas, dengan demikian suku minoritas hilang identitasnya.

AKOMODASI = usaha manusia untuk meredakan atau menghindari konflik dalam rangka mencapai kestabilan.
Akomodasi sebagai upaya penyelesaian konflik memiliki delapan bentuk :
1.Coercion(koersi), yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan. Hal ini terjadi disebabkan salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah sekali bila dibandingkan dengan pihak lawan. CONTOH: perbudakan.

2.Compromise(kompromi), yaitu suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya agar dicapai suatu penyelesaian terhadap suatu konflik yang ada. Sikap untuk dapat melaksanakan compromise adalah sikap untuk bersedia merasakan dan mengerti keadaan pihak lain. Contohnya: kompromi antara sejumlah partai politik untuk berbagi kekuasaan sesuai dengan suara yang diperoleh masing-masing.
CONTOH : perjanjian antar negara tentang batas wilayah perairan

3.Arbitration(arbitrasi), yaitu cara mencapai compromise dengan cara meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang berkedudukannya lebih dari pihak-pihak yang bertikai.
CONTOH: konflik antara buruh dan pengusaha dengan bantuan suatu badan penyelesaian perburuan Depnaker sebagai pihak ketiga.

4.Mediation(mediasi), yaitu cara menyelesaikan konflik dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang netral. Pihak ketiga ini hanyalah mengusahakan suatu penyelesaian secara damai yang sifatnya hanya sebagai penasihat. Sehingga pihak ketiga ini tidak mempunyai wewenang untuk memberikan keputusan-keputusan penyelesaian yang mengikat secara formal.

5.Conciliation(konsiliasi), yaitu suatu usaha mempertemukan keinginan-keinginan pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai persetujuan bersama.
CONTOH: pertemuan beberapa partai politik di dalam lembaga legislatif (DPR) untuk duduk bersama menyelesaikan perbedaan-perbedaan sehingga dicapai kesepakatan bersama.

6.Toleration(toleransi), sering juga dinamakan toleran-participation yaitu suatu bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan formal. Contohnya: beberapa orng atau kelompok menyadari akan pihak lain dalam rangka menghindari pertikaian. Dalam masyarakat Jawa dikenal dengan istilah âtepa seliraâ atau tenggang rasa agar hubungan sesamanya bisa saling menyadari kekurangan diri sendiri masing-masing. CONTOH : Pada bln puasa,umat yg tidak berpuasa tidak makan di sembarang tempat.

7.Statlemate, adalah suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang bertikai atau berkonflik karena kekuatannya seimbang kemudian berhenti pada suatu titik tertentu untuk tidak melakukan pertentangan. Dalam istilah lain dikenal dengan âMoratoriumâ yaitu kedua belah pihak berhenti untuk tidak saling melakukan pertikaian. Namun, moratorium bisa dilakukan antara dua belah pihak yang kurang seimbang kekuatannya.

8.Adjudication(ajudikasi), adalah suatu bentuk penyelesaian konflik melalui pengadilan. Kedelapan bentuk akomodasi diatas bisa dipilih untuk dilakukan dalam menyelesaikan konflik di masyarakat yang sangat beragam. Hal ini diperlukan agar proses konflik khususnya yang terjadi pada masyarakat dengan tingkat kemajemukan tinggi seperti Indonesia, tidak bisa mengarah pada situasi disintegrasi bangsa.
CONTOH : menyelesaikan suatu perkara di pengadilan.

carikan donk contoh dr asimilasi,akomodasi,alkulturasi,kontrocersi,ertentangan?
Q:

A. ASIMILASI = bercampurnya 2 kebudayaan dalam masyarakat dimana keduanya kehilangan identitas masing2 menjadi 1 kebudayaan yg baru.
Contoh : Asimilasi dalam satu negara seperti Indonesia sehingga tercipta suatu budaya baru.

AKOMODASI = usaha manusia untuk meredakan atau menghindari konflik dalam rangka mencapai kestabilan.
Akomodasi sebagai upaya penyelesaian konflik memiliki delapan bentuk :
1.Coercion(koersi), yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan. Hal ini terjadi disebabkan salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah sekali bila dibandingkan dengan pihak lawan. CONTOH: perbudakan.

2.Compromise(kompromi), yaitu suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya agar dicapai suatu penyelesaian terhadap suatu konflik yang ada. Sikap untuk dapat melaksanakan compromise adalah sikap untuk bersedia merasakan dan mengerti keadaan pihak lain. Contohnya: kompromi antara sejumlah partai politik untuk berbagi kekuasaan sesuai dengan suara yang diperoleh masing-masing.
CONTOH : perjanjian antar negara tentang batas wilayah perairan

3.Arbitration(arbitrasi), yaitu cara mencapai compromise dengan cara meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang berkedudukannya lebih dari pihak-pihak yang bertikai.
CONTOH: konflik antara buruh dan pengusaha dengan bantuan suatu badan penyelesaian perburuan Depnaker sebagai pihak ketiga.

4.Mediation(mediasi), yaitu cara menyelesaikan konflik dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang netral. Pihak ketiga ini hanyalah mengusahakan suatu penyelesaian secara damai yang sifatnya hanya sebagai penasihat. Sehingga pihak ketiga ini tidak mempunyai wewenang untuk memberikan keputusan-keputusan penyelesaian yang mengikat secara formal.

5.Conciliation(konsiliasi), yaitu suatu usaha mempertemukan keinginan-keinginan pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai persetujuan bersama.
CONTOH: pertemuan beberapa partai politik di dalam lembaga legislatif (DPR) untuk duduk bersama menyelesaikan perbedaan-perbedaan sehingga dicapai kesepakatan bersama.

6.Toleration(toleransi), sering juga dinamakan toleran-participation yaitu suatu bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan formal. Contohnya: beberapa orng atau kelompok menyadari akan pihak lain dalam rangka menghindari pertikaian. Dalam masyarakat Jawa dikenal dengan istilah âtepa seliraâ atau tenggang rasa agar hubungan sesamanya bisa saling menyadari kekurangan diri sendiri masing-masing. CONTOH : Pada bln puasa,umat yg tidak berpuasa tidak makan di sembarang tempat.

7.Statlemate, adalah suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang bertikai atau berkonflik karena kekuatannya seimbang kemudian berhenti pada suatu titik tertentu untuk tidak melakukan pertentangan. Dalam istilah lain dikenal dengan âMoratoriumâ yaitu kedua belah pihak berhenti untuk tidak saling melakukan pertikaian. Namun, moratorium bisa dilakukan antara dua belah pihak yang kurang seimbang kekuatannya.

8.Adjudication(ajudikasi), adalah suatu bentuk penyelesaian konflik melalui pengadilan. Kedelapan bentuk akomodasi diatas bisa dipilih untuk dilakukan dalam menyelesaikan konflik di masyarakat yang sangat beragam. Hal ini diperlukan agar proses konflik khususnya yang terjadi pada masyarakat dengan tingkat kemajemukan tinggi seperti Indonesia, tidak bisa mengarah pada situasi disintegrasi bangsa.
CONTOH : menyelesaikan suatu perkara di pengadilan.

dlll..

AKULTURASI = Suatu proses yang timbul apalabila kelompok2 manusia dengan kebudayaantertentu dihadapkan dengan unsur2 dari kebudayaan asing.
CONTOH : Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan India dan kebudayaan Indonesia

gt ajah dr gw..
smoga membantu….^^

bagaimana seharusnya menanamkan nilai-nilai pancasila dan uud 1945 dalam kehidupan sehari-hari?
Q:

A. Pancasila yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa dijadikan sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia. Oleh karena itu, harus kita bela dan laksanakan dalam mempertahankan kehidupan sehari-hari. Upaya mempertahankan ideologi Pancasila dapat kita lakukan dalam berbagai bidang, seperti politik, hukum, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.. Beberapa contoh sikap positif terhadap pancasila:

1. Politik
Dalam bidang politik, kita harus mewujudkan perilaku, antara lain:
a. menampilkan perilaku politik sesuai Pancasila;
b. menghindari sikap dan perilaku yang memaksakan pendapat dan ingin menang sendiri;
c. penyelenggara negara dan warga negara mewujudkan nilai ke tuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, serta kerakyatan dan ke adilan dalam kehidupan seharihari;
d. menghindari sikap menghalang-halangi orang yang akan ber partisipai dalam kehidupan demokrasi;
e. meyakini bahwa nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai nilai yang ter baik dan sesuai untuk bangsa Indonesia serta tidak meleceh kannya.

2. Hukum
Dalam bidang hukum, sikap yang harus ditunjukkan, antara lain:
a. menanamkan nilai kesadaran hukum dan menaati hukum dalam kehidupan sehari-hari;
b. mewujudkan perlindungan hukum dan kepastian hukum dalam peradilan;
c. meyakini Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan utama penyelenggaraan ketata negaraan, misalnya dalam membuat kebijakan publik tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945
d. menghindari perbuatan main hakim sendiri;
e. menegakkan sistem hukum nasional, misalnya tidak melanggar peraturan lalu lintas.
3. Ekonomi

Dalam bidang ekonomi, sikap yang harus kita tunjukkan, antara lain:
a. mewujudkan masyarakat dan negara yang bersih dari tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme;
b. mengendalikan diri dari sikap bergaya hidup mewah, pemborosan, dan terlalu membanggakan produk luar negeri;
c. menghindarkan sikap perilaku menghalalkan segala cara untuk mem perkaya diri sendiri;
d. menghindari perilaku ekonomi kapitalis yang mematikan usaha kecil dan menengah;
e. menghindari monopoli, dan etatisme (paham yang lebih mementingkan negara daripada rakyat), dalam per ekonomian nasional.
f. selalu menggunakan barang produksi dalam negeri.

Powered by Yahoo! Answers