Portal Berita Indonesia

Beri Contoh Perjanjian Antar Negara Melalui Tahap Perundingan Dan Penandatanganan?

Beri Contoh Perjanjian Antar Negara Melalui Tahap Perundingan Dan Penandatanganan? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Beri Contoh Perjanjian Antar Negara Melalui Tahap Perundingan Dan Penandatanganan?

Q: Hmm,,Mohon di jawab iia,,Cual’na gi mepet nyari tugas PKn nich..okok..??Gb* A. Ada banyak bentuk perjanjian antar negara (bilateral dan multilateral). Karena kamu secara spesifik menyebutkan perjanjian dimana para pelakunya merupakan institusi negara (bukan dengan multi national company [MNC] atw non-goverment organization [NGO]), maka perjanjian antar negara itu bisa meliputi bidang sosial, ekonomi, politik, hankam [...]

Rating: 4

Q: Hmm,,
Mohon di jawab iia,,
Cual’na gi mepet nyari tugas PKn nich..
okok..??
Gb*

A. Ada banyak bentuk perjanjian antar negara (bilateral dan multilateral). Karena kamu secara spesifik menyebutkan perjanjian dimana para pelakunya merupakan institusi negara (bukan dengan multi national company [MNC] atw non-goverment organization [NGO]), maka perjanjian antar negara itu bisa meliputi bidang sosial, ekonomi, politik, hankam dan budaya dan masuk dalam ranah politik luar negeri. Contoh perjanjian antar negara; Bilateral: perjanjian (kesepakatan) batas-batas teritorial negara seperti Indonesia dan Malaysia, Timor Gap (Indonesia – Australia: yang ini dah gak berlaku karena Timor Leste sudah menyatakan kedaulatan kemerdekaannya), Malindo (hankam Indonesia-Malaysia). Multinational: NAFTA, AFTA, NATO, Uni-Eropa, Asia-Afrika.
sebutkan dan jelaskan 4 contoh bilateral bagi dua negara dan 4 contoh multilateral?
Q:

A. perjanjian keamanan selat malaka antara indonesia dan malaysia
perjanjian ekonomi antara indnsa dengan finladia
perjanjian linggar jati antara indsa dan belanda
perjanjian pertukaran pelajar antara indonesia dan jepang

yg multilateral

asean
nato
faktawarsawa
g7

contoh yang konkret perjanjian internasional!?
Q:

A. "Bentuk-bentuk perjanjian internasional dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Perjanjian Bilateral
Kerja sama bilateral merupakan kerja sama antar dua negara. Misalnya, kerja sama ekonomi yang terjalin antara Indonesia dengan Singapura atau Amerika dengan Arab Saudi. Kerja sama bilateral bertujuan untuk membina hubungan yang telah ada serta menjalin hubungan kerja sama perdagangan dengan negara mitra. Pemerintah Indonesia sendiri telah mentandatangani perjanjian perdagangan dan ekonomi di Kawasan Asia Pasifik dengan 14 negara, di Afrika dan Timur Tengah dengan 10 negara, di Eropa Timur dengan 9 negar, di Eropa Barat dengan 12 negara dan di Amerika Latin dengan 7 negara.
2. Perjanjian Regional
Kerja sama regional merupakan kerja sama antara negara-negara sewilayah atau sekawasan. Tujuannya tidak lain adalah untuk menciptakan perdagangan bebas antara negara di suatu kawasan tertentu. Bentuk kerja sama regional sudah dijajaki oleh PBB melalui pembentukan komisi regional yang dimulai dari Eropa, Asia Timur dan Amerika Latin. Komisi ini mengembangkan kebijakan bersama untuk masalah pembangunan khususnya pada bidang ekonomi. Kerja sama secara regional biasanya lebih pada hubungan dengan lokasi negara serta berdasarkan alasan historis, geografis, teknik, sumber daya alam dan pemasaran. Contoh-contoh bentuk kerja sama semacam ini, antara lain:
a. ASEAN (Association of South East Asia Nations) atau Perbara (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967. Pembentukan kerja sama ini ditandai dengan Deklarasi Bangkok tanggal 8 Agustus 1967.
b. APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) atau kerja sama ekonomi kawasan Asia Pasifik. Kerja sama ini pertama kali dicetuskan oleh mantan Perdana Menteri Australia, Bob Hawke. Kerja sama ekonomi ini adalah forum kerja sama ekonomi terbuka, informal, tidak mengikat, dan tetap berjalan searah dengan aturan WTO (World Trade Organization) serta berbagai perjanjian internasional."

Powered by Yahoo! Answers