Portal Berita Indonesia

Bensin Tanpa Timbal Itu Apa Ya?

Bensin Tanpa Timbal Itu Apa Ya? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Bensin Tanpa Timbal Itu Apa Ya?

Q: A. Soal unleaded (tanpa timbal), tidak ada Unleaded Gasoline/Bensin Tanpa Timbal (BTT) di dunia ini yang 100% tanpa timbal. Disebut unleaded, karena kadar timbal-nya jauh dibawah batas maksimum yang diijinkan sebagai unleaded. BTT di negara-negara ASEAN masih mengandung Timbal antara 0,003 – 0,013 gram/liter (0,01 – 0,05 gram/gallon) dengan kadar belerang antara 0,03 – [...]

Rating: 4

Q:

A. Soal unleaded (tanpa timbal), tidak ada Unleaded Gasoline/Bensin Tanpa Timbal (BTT) di dunia ini yang 100% tanpa timbal. Disebut unleaded, karena kadar timbal-nya jauh dibawah batas maksimum yang diijinkan sebagai unleaded. BTT di negara-negara ASEAN masih mengandung Timbal antara 0,003 – 0,013 gram/liter (0,01 – 0,05 gram/gallon) dengan kadar belerang antara 0,03 – 0,2% berat (%w), serta digunakan warna yang berbeda untuk membedakan dengan bensin yang mengandung Timbal (lead gasoline, LG).

Adanya timbal tersebut juga memberikan berbagai manfaat, salah satunya adalah pelumasan pada dudukan katup dalam proses pembakaran khususnya bagi mesin-mesin kendaraan bermotor keluaran lama (dekade 1980-an dan sebelumnya). Adanya fungsi pelumasan dari Timbal pada dudukan katup tersebut, akan mengakibatkan dudukan katup terjaga dari keausan dan resesi (recession valve) sehingga lebih tahan lama/awet. Dengan kata lain perawatan untuk dudukan katup tersebut menjadi lebih murah.

Namun demikian, timbal yang terlalu banyak (pada leaded gasoline) akan menyebabkan semakin besarnya kerak (deposits) sisa pembakaran yang menumpuk pada sistem pembuangan maupun pada ruang pembakaran (combustion chamber). Semakin besarnya kerak pembuangan ini akan menyebabkan semakin turunnya kinerja mesin, konsumsi bahan bakar yang semakin boros dan pada akhirnya biaya operasi dan pemeliharaan menjadi relatif lebih mahal.

Kerugian lain yang saat ini menjadi perhatian dunia adalah terhadap lingkungan hidup dengan akibat bagi kesehatan manusia. Kandungan Timbal dalam udara yang tercemar, menurut penelitian akan merupakan penyebab yang potensial terhadap peningkatan kandungan Timbal dalam darah (5 – 10 ug/dl) terutama bagi anak-anak. Kandungan Timbal dalam darah yang terlalu tinggi (toksitas Timbal yakni diatas 30 ug/dl) akan menyebabkan sindroma saluran pencernaan, kesadaran (cognitive effects), anemia, kerusakan ginjal, hipertensi, neuromuscular dan konsekuensi pathophysiologis serta kerusakan saraf pusat dan perubahan tingkah laku. Disamping itu, kandungan Timbal yang tinggi juga menyebabkan gangguan fertilitas, keguguran janin pada wanita hamil serta menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) pada anak-anak. Penyerapan Timbal secara terus menerus melalui pernapasan, dapat berpengaruh pula pada sistem haemopoietic.

Manfaat BTT adalah lebih akrab dengan lingkungan (green petrol) melalui peniadaan atau penekanan sekecil mungkin kandungan Timbal dalam gasoline serta penurunan emisi gas buang kendaraan. Ini berarti, kemungkinan timbulnya keracunan/toksitas Timbal karena meningkatnya kandungan Timbal di dalam darah yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia tersebut, dapat pula dihindari atau dikurangi. Disamping itu, dari sisi konsumen penggunaan BTT akan menyebabkan menurunnya deposits sisa pembakaran pada mesin maupun pada sistem pembuangan sehingga usia sistem pembuangan (exhaust system) dan busi dapat lebih lama, kinerja mesin lebih baik, interval waktu penggantian oli lebih lama serta efisiensi penggunaan bahan bakar meningkat sehingga biaya pemeliharaan kendaraan akan menjadi lebih murah.

Disamping keuntungan/manfaat diatas, penggunaan BTT juga akan menimbulkan beberapa kerugian. Pada sisi konsumen yang mempunyai kendaraan keluaran lama (sebelum tahun 1990-an yang dirancang untuk leaded gasoline), penggunaan BTT pada mesin kendaraan tersebut akan menyebabkan hilangnya aspek pelumasan dudukan katup sehingga usia katup lebih cepat rusak.

Dari segi produksi, peniadaan Timbal pada gasoline jelas akan menyebabkan naiknya biaya produksi khususnya dengan adanya konsentrasi butana dan senyawa aromatik yang lebih tinggi sehingga bagaimanapun juga akan berakibat pada tingkat harga jual. Akan tetapi, senyawa aromatik demikian (termasuk benzene) dapat diserap melalui kulit yang dapat menimbulkan penyakit leukemia, kanker paru-paru dan gangguan lainnya. Tambahan butana juga akan menjadikan gasoline lebih mudah menguap yang menyebabkan naiknya emisi penyebab kanker dan meningkatnya senyawa hidrokarbon pengikat ozon (ozone-precursor hydrocarbons.

Penggunaan BTT di kendaraan yang tidak dilengkapi dengan catalytic converter (misfuelling), juga akan menyebabkan naiknya kadar CO yang jelas-jelas sangat beracun. Sebaliknya, penggunaan Leaded Gasoline untuk kendaraan yang dirancang BTT (dilengkapi catalytic converter), maka akan merusak fungsi catalytic converter.

BTT (Premium TT) baru terbatas dipasarkan di kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya dll.

http://www.mobilku.com/?p=6023a&id=3002&fs

Powered by Yahoo! Answers