Portal Berita Indonesia

Bagaimana Caranya Menghadapi Suami Yang Terkena Narkoba?

Bagaimana Caranya Menghadapi Suami Yang Terkena Narkoba? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Bagaimana Caranya Menghadapi Suami Yang Terkena Narkoba?

Q: Saya sudah berkeluarga selama 7 tahun dan punya 2 orang anak perempuan A. allow mba elbi, kasus mba sama dengan kasus aku tp alhamdullilah sekarang suami ku terbebas dari narkoba caranya kita harus bisa sabar menghadapinya, berdoa pd Tuhan YME, dan jauhkan dari orang-orang yang memakai narkoba, berikan kasih sayang yang tulus pada beliau, [...]

Rating: 4

Q: Saya sudah berkeluarga selama 7 tahun dan punya 2 orang anak perempuan

A. allow mba elbi, kasus mba sama dengan kasus aku tp alhamdullilah sekarang suami ku terbebas dari narkoba caranya kita harus bisa sabar menghadapinya, berdoa pd Tuhan YME, dan jauhkan dari orang-orang yang memakai narkoba, berikan kasih sayang yang tulus pada beliau, dan tunjukan bahwa hidup ini lebih indah dan lebih bermakna tanpa narkoba. Selamat mencoba
Bagaimana sikap kita selaku orang tua dalam menghadapi anak yang suka ‘ngeyel’?
Q:

A. anak ngeyel bukan karena anak itu mau melawan orang tua
masalah utama anak ngeyel karena orang tua tidak mau dengar anak
kalau anak bicara, maka orang tua segera memotongnya.
jadi tekanan di hati anak belum bisa dikeluarkan, lama lama meledak.

sebab itu pelajarilah bagaimana caranya mendengar anak kita.
dan sadarilah bahwa bagi kita jauh lebih penting mendengar
apa yang anak itu mau omongkan dari pada kita mengeluarkan
apa yang kita mau omongkan.

sering kali ego kita, membuat kita maunya omong dan ngajarin
barang kali kita masih kurang ngajar. ( maunya ngajar terus )

bagi anak, jauh lebih penting dia mengeluarkan isi hatinya
dari pada mendengar celotehan orang tuanya
yang tidak ada habis habisnya.
"bosan katanya, gua tidak mau dengar lagi"
jadilah di ngeyel.

contoh :
anak : "mama tadi ulangan disekolah saya dapat nilai kurang baik"
mama : " kamu sih tidak belajar, dari dulu kan mama bilang belajar, belajar!"
anak :" langsung diam dan pergi keluar, dengan hati menangis "

coba cara lain

anak : "mama tadi ulangan disekolah saya dapat nilai kurang baik"
mama:" tentu kamu sedih", kamu sudah berusaha, dan belajar
anak :" memang saya kurang belajar jadi dapat jelek."
mama:"mama senang kamu dapat menyadari keadaanmu.
mama yakin kamu akan maju dng usahamu.

pelajari cara berkomunikasi, maka anak tidak akan ngeyel lagi.
kalau mama dan papa tidak mau belajar seperti ini, jangan kaget
kalau suatu saat anak anda, membawa berita bahwa dia sudah
terikat narkoba, hamil duluan dlsb.

mengapa karena orang tua tidak membangun komunikasi dng anak.

Benarkah Doa adalah Tindakan Dua Arah?
Q: Doa merupakan tindakan dua arah. Kita berbicara kepada Allah dan Ia berbicara kepada kita. Sama seperti saya bercakap-cakap dengan ayah saya jika saya menelepon dia. Hal ini harus menjadi pengalaman pribadi bagi setiap orang Kristen, meskipun ada sebagian dari jemaat yang tidak setuju dengan pendapat bahwa kita bisa mendengar suara Tuhan pada zaman ini. Orang-orang pada umumnya berpendapat bahwa Allah memimpin kita dan mengarahkan kita melalui kehidupan di sekelilingnya yang telah diatur secara ilahi. Namun, kalau bersikap seolah-olah "mendengar" langsung dari Tuhan, hal itu dianggap tidak menghormati. Hal ini memberi kesan bahwa kita mengutip perkataan Allah sendiri.

A. Yap.

Mengurangi daya stres yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami. Mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah untuk mengalami stres. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan. Mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan. Mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa. Mereka yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah

1. Mengurangi daya stres yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami. Mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah untuk mengalami stres.
2. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan. Mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan. Mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil.
3. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa. Mereka yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang jarang bahkan sama sekali malas berdoa.
4. Meningkatkan ketegaran hati. Mereka yang lebih tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun.
5. Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan psikis dengan ketekunan dalam berdoa. Seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena doa. Mereka mampu menghadapi dan menjalani kehidupan dengan segala peristiwanya dalam terang kehendak Allah, sehingga tubuh tidak menjadi mudah lemah karena beban pikiran dan pekerjaan.
6. Membuat orang menjadi lebih terbuka terhadap kelemahan dan kekurangan sesama. Mereka yang tekun berdoa dengan baik memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap sesamanya karena ia akan terbantu dalam doa-doanya untuk menyadari juga kelemahan-kelemahannya sendiri.
7. Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain. Ketekunan dalam doa membuat seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah kasih maka mereka yang tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai dan mengasihi diri sendiri.
8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan.
9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik. Setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk mengubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk.
10. Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini, ia juga akan mengalami yang sama kelak di keabadian.

Jawab sejujurnya dan jangan mengelak!?
Q: lihat sejarah dan jawaban pertanyaan ini:
1.apa pendapat kalian tentang perang salib?
2.apa pendapat kalian tentang jihad dengan cara bunuh diri, bagaimana cara jihad fisik yang benar?
3.Apa pendapat kalian tentang fungsi senjata?
4.Apa pendapat kalian tentang berjuang melawan penjajah yang dilakukan untuk membela negara(pahlawan/pejuang)?
5.Apa hukumnya orang yang membela diri dan tidak sengaja membunuh yang menyerangnya?
6.Apa pendapat kalian tentang hukuman mati?
7.Apa pendapat kalian tentang polisi yang terpaksa menembak penjahat yang melarikan diri?
8.kenapa selain Islam menjawab tidak boleh membunuh dan berperang dengan alasan apapun padahal terbukti banyak kerajaan negara yang beragama Hindu/Budha/ Kristen pernah mempertahankan negaranya dengan berperang, memperluas wilayah kekuasaannya dengan menjajah dan berperang. Dabi Daud juga pernah berperang?

Sebelum menjawab lihat sejarah dan jawaban pertanyaan ini:

http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Au1.sfXP05V0OofgNtRG7KigRAx.;_ylv=3?qid=20100212175542AAXzhL3

http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=AkgrnqRM.YICNIeXBfVEH0uhRAx.;_ylv=3?qid=20100211234446AAN12Ts
Dari sumbernya @Yahoo, bahkan paulus mendukung perang.
yang lain sejarahnya gak perlu ditulis, sudah cukup dari @yooha.
kalo menurut anda salah cukup kasih linknya

Jawab pertanyaanku sebelumnya ya.

A. – perang salib dah dijawab
- jihad dg bom bunuh diri sah2 saja sepanjang yg dilumpuhkan adalah sasaran2 militer…tetapi pada kenyataannya kan orang sipil yg dibom , jadi dah melenceng dr tujuan jihad itu sendiri….J
-Jihad hendaknya tidak ditafsirkan melulu dlm konteks berperang / angkat senjata….berjuang utk mengatasi kemiskinan , ketidak adilan , korupsi itu juga bisa dianggap berjihad
-Senjata bisa bersifat negatip atau positip tergantung tujuan penggunaannya….andai digunakan secara sewenang-wenang dah jelas negatip .Tapi andai digunakan utk menjaga stabilitas keamanan masyarakat luas ya positip
-Berjuang melawan kesewenang-wenangan / penindasan atas hak asasi manusia adalah merupakan hak setiap individu , jadi ga usah jauh-jauh melawan penjajah dll kr kenyataannyapun di negeri ini masih banyak kesewenang-wenangan seperti itu
-Membunuh penyerang kita dlm rangka self defense ? .ya mau diapain lagi…lebih baik membunuh drpd dibunuh…
-Tidak setuju hukuman mati , kr kita menghilangkan kesempatan kepada seseorang utk
memperbaiki diri terutama kepada pengedar narkoba… kebanyakan pengedar adalah kaum marginal yg terjepit oleh situasi ekonomi yg kurang menguntungkan.Yg kedua adalah ..kerapkali terjadi polisi menangkap orang yg salah sebagai pelaku tindak kriminal…andai mereka telah dihukum mati atas tindak kejahatan yg tidak pernah mereka lakukan bagaimana ?
-Polisi kerap kali overacting juga , bertindak secara berlebihan dalam menghadapi satu situasi …apa iya menembak kaki bisa kena kepala ?..beberapa waktu lalu kalimat itu sempat jadi lelucon di kalangan masyarakat awam.Kurangnya kontrol institusi itu sendiri terhadap aparatnya , sehingga yg namanya badcop sudah menjadi rahasia umum….memeras , menjual barang bukti dll

Powered by Yahoo! Answers