Portal Berita Indonesia

Apakah Ciri Ciri Hutan Lindung ?

Apakah Ciri Ciri Hutan Lindung ? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Apakah Ciri Ciri Hutan Lindung ?

Q: A. Yg sy tau sich d dlm hutan hdp flora n fauna yg d lindungi dan hampir punah! bagaimana upaya pencegahan/penanggulangan kerusakan lingkungan? Q: jawaban A. Untuk menjaga kelestarian serta mencegan kerusakan lingkungan, maka dibentuk suatu daerah konservasi bagi hewan dan tumbuhan di alam. Daerah â daerah konservasi tersebut antara lain : 1. Taman [...]

Rating: 4

Q:

A. Yg sy tau sich d dlm hutan hdp flora n fauna yg d lindungi dan hampir punah!
bagaimana upaya pencegahan/penanggulangan kerusakan lingkungan?
Q: jawaban

A. Untuk menjaga kelestarian serta mencegan kerusakan lingkungan, maka dibentuk suatu daerah konservasi bagi hewan dan tumbuhan di alam. Daerah â daerah konservasi tersebut antara lain :

1. Taman nasional
Merupakan kawasan konservasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di perairan
2. Cagar alam
Merupakan kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan, satwa dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan kepada alam
3. Hutan wisata
Merupakan kawasan hutan yang karena keberadaan dan sifat wilayahnya perlu dibina dan dipertahankan sebagai hutan, yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan pendidikan, konservasi alam dan rekreasi
8.Taman hutan raya
Merupakan kawasan konservasi alam yang terutama dimanfaatkan untuk koleksi tumbuhan dan hewan.
9.Taman laut
Merupakan wilayah lautan yang memiliki ciri khas berupa keindahan atau keunikan alam.
6. Wana wisata
Merupakan kawasan hutan yang disamping fungsi utamanya sebagai hutan produksi, juga dimanfaatkan sebagai objek wisata hutan
7. Hutan lindung
Merupakan kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk tujuan melindungi lahan agar tidak tererosi dan untuk mengatur tata air.

Selain itu perlu juga ditumbuhkan beberapa sikap yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan lingkungan, antara lain:

1. . Tidak melakukan penebangan pohon di hutan dengan semena-mena.
2. Penebangan kayu di hutan dilaksanakan dengan terencana dengan sistem tebang pilih. Artinya, pohon yang ditebang adalah pohon yang sudah tua dengan ukuran tertentu yang telah ditentukan.
3. . Cara penebangannya pun harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak merusak pohon-pohon muda di sekitarnya.
4. . Melakukan reboisasi, yaitu menghutankan kembali hutan yang sudah terlanjur rusak.
5. Melaksanakan aforestasi, yaitu menghutankan daerah yang bukan hutan untuk mengganti daerah hutan yang digunakan untuk keperluan lain.
6. Mencegah kebakaran hutan.
7. Mencegah erosi; dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman.
8. . Menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau. Dengan terbentuknya humus di hutan, tanah menjadi gembur. Tanah yang gembur mampu menahan air hujan sehingga meresap ke dalam tanah, resapan air akan ditahan oleh akar-akar pohon. Dengan demikian, di musim hujan air tidak berlebihan, sedangkan di musim kemarau, danau, sungai, sumur dan sebagainya tidak kekurangan air.
9. Tidak boleh berburu hewan-hewan langka.
10. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi sumber daya alam.
11. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
12. Teknologi yang dipakai di dalam pengelolaan sumber daya alam tidak sampai merusak kemampuan sumber daya untuk pembaruannya.
13. Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin pertumbuhan sumber daya alam hayati.
14. Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya dengan daur ulang.
15. Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses pembaruannya.

Semoga bisa membantu

masalah-masalah biologi pada tingkat ekosistem dan bagaimana cara mengatsinya ?
Q: tolong dijawab y ..

A. Masalah yang timbul dalam tingkat ekosistem bisa berupa Kompetisi yang merupakan interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Selain itu kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia juga merupakan masalah yang besar dalam ekosistem dunia. Kerusakan itu antara lain :
1.Kebakaran hutan
2.Penebangan hutan secara semena â mena
3.Perburuan yang tidak mengenal batasan
4.Polusi udara
5.Dsb
Selain itu, ada juga yang disebabkan oleh alam, antara lain gempa bumi, tsunami, angin topan dan gunung meletus. Semua itu dapat merusak keseimbangan ekosistem dan merupakan masalah yang besar dalam tingkan ekosistem.

Untuk menjaga kelestarian suatu ekosistem, maka dibentuk suatu daerah konservasi bagi hewan dan tumbuhan di alam. Daerah â daerah konservasi tersebut antara lain :

1. Taman nasional
Merupakan kawasan konservasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di perairan
2. Cagar alam
Merupakan kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan, satwa dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan kepada alam
3. Hutan wisata
Merupakan kawasan hutan yang karena keberadaan dan sifat wilayahnya perlu dibina dan dipertahankan sebagai hutan, yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan pendidikan, konservasi alam dan rekreasi
6.Taman hutan raya
Merupakan kawasan konservasi alam yang terutama dimanfaatkan untuk koleksi tumbuhan dan hewan.
7.Taman laut
Merupakan wilayah lautan yang memiliki ciri khas berupa keindahan atau keunikan alam.
6. Wana wisata
Merupakan kawasan hutan yang disamping fungsi utamanya sebagai hutan produksi, juga dimanfaatkan sebagai objek wisata hutan
7. Hutan lindung
Merupakan kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk tujuan melindungi lahan agar tidak tererosi dan untuk mengatur tata air.

Selain itu perlu juga ditumbuhkan beberapa sikap yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem, antara lain:

1. . Tidak melakukan penebangan pohon di hutan dengan semena-mena.
2. Penebangan kayu di hutan dilaksanakan dengan terencana dengan sistem tebang pilih. Artinya, pohon yang ditebang adalah pohon yang sudah tua dengan ukuran tertentu yang telah ditentukan.
3. . Cara penebangannya pun harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak merusak pohon-pohon muda di sekitarnya.
4. . Melakukan reboisasi, yaitu menghutankan kembali hutan yang sudah terlanjur rusak.
5. Melaksanakan aforestasi, yaitu menghutankan daerah yang bukan hutan untuk mengganti daerah hutan yang digunakan untuk keperluan lain.
6. Mencegah kebakaran hutan.
7. Mencegah erosi; dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman.
8. . Menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau. Dengan terbentuknya humus di hutan, tanah menjadi gembur. Tanah yang gembur mampu menahan air hujan sehingga meresap ke dalam tanah, resapan air akan ditahan oleh akar-akar pohon. Dengan demikian, di musim hujan air tidak berlebihan, sedangkan di musim kemarau, danau, sungai, sumur dan sebagainya tidak kekurangan air.
9. Tidak boleh berburu hewan-hewan langka.
10. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi sumber daya alam.
11. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
12. Teknologi yang dipakai di dalam pengelolaan sumber daya alam tidak sampai merusak kemampuan sumber daya untuk pembaruannya.
13. Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin pertumbuhan sumber daya alam hayati.
14. Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya dengan daur ulang.
15. Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses pembaruannya.

Semoga bisa membantu

hewan langka dan yg sudah punah.?
Q: tolong sebutin hewan yg langka di air,darat,maupun udara. begitu juga dgn hewan yg sudah punah. jenis hewan apakh itu herbi carni atau omni dan apa sajakah makanan hewan itu. tolong dijawab akusuka bgt sama hewan yg kayak begitu
jenis hewannya itu apa.herbi,carni/omni

A. Wah…..banyak buanget atuh…..
Binatang langka dan dilindungi keberadaannya :
harimau sumatra, badak, gajah, orang utan, harimau siberia, Iguana biru (Cyclura lewisi) adalah jenis kadal paling langka di dunia yang terancam punah. terdapat di Pulau Grand Cayman, pulau terbesar di Kepulauan Cayman, Amerika Tengah.

Di Balikpapan ditemukan hewan spesies baru yang langka di Hutan Lindung Sungai Wain yaitu : Jenis bekantan, babi berjenggot, rusa bertanduk emas, kijang kuning, macan bertutul, harimau dan burung merak.

Biota langka : seperti penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dugong (Dugong dugori), ikan belebele/ Napoleon (Cheilinus undulatus], kerang kima (Tridacna sp.), dan kepiting kenari (Birgus latrd).

Binatang langka termahal di dunia :
1. Kucing Bengali
dikembangkan melalui perkimpoian silang kucing rumah berambut hitam dengan macan tutul (leopard) asia.
2. Snow Macaque
Spesies ini terancam punah seiring makin rakusnya manusia merusak habitatnya. Ijin yang sangat ketat diberlakukan bagi siapa saja yang ingin memiliki binatang ini. Snow Macaque adalah primata (lebih kecil dari biasanya) dengan rentang umur lebih dari 25 tahun, dan memiliki ciri kas wajahnya yang merah dan tidak ditumbuhi rambut.
3. Monyet Tupai
Ukurannya yang mirip tupai membuatnya disebut demikian. Umumnya, monyet tupai tidak lebih dari 2 pounds (tidak lebih dari 1 kg)
4. Chinese Crested Hairless Puppies
Asalnya dari Afrika. Beratnya hanya 5,5 kg, Termasuk yang paling langka, anjing ini mudah tersengat sinar matahari
5. Kucing Sabana
hasil kimpoi-silang antara kucing liar (serval) Afrika dengan kucing rumah dan sulit dikembangbiakan.
6. Mona Guenon
Habitat aslinya di dalam hutan tropis Afrika Barat, meskipun binatang ini bisa menyesuaikan diri dengan kondisi hutan apapun.
7. Monyet Debrazzas
Monyet ini mudah dikenal melalui janggut putihnya yang khas dan bulu abu2nya yg kekuning2an. Umurnya sampai 22 tahun.
8. Striped Ball Python
Garis utamanya yang membuat binatang ini sangat unik. Lebih jelas lagi, bola-bergaris ini menampilkan garis punggug warna kuning dengan tepi warna hitam.
9. Hyacinth Macaw
Burung2 ini panjangnya sekitar 1 meter dan memiliki warna biru terang
10. Reticulated Albino Type II Tiger Python
Sangat langka. Dominasi pola harimaunya yang membuat python ini sangat populer di dunia ular.
11. Lavender Albino Python (Betina)
Ular ini bermata merah, berwarna lavender dibalik pola2 kuningnya dan sangat langka.
12.Chimpanzee
Beratnya sekitar 52 kg, jenis jantan lebih besar dibanding betina. Habitat aslinya di Afrika Tengah dan Afrika Barat. Meski terancam punah.
13. Anak Singa Putih (White Lion Cubs)
Warna matanya hampir sama dengan singa umumnya, lapisan pigmen dan kulitnya yang tidak. Karena kelangkaannya, singa putih termasuk salah satu hewan di dunia yang paling sulit didapatkan.

tolong jelaskan tentang keanekaragaman makhluk hidup dan upaya pelestarianya?
Q:

A. Keanekaragaman hayati pada organisasi kehidupan dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah sampai organisme tingkat tinggi. Misalnya dari mahluk bersel satu hingga mahluk bersel banyak; dan tingkat organisasi kehidupan individu sampai tingkat interaksi kompleks, misalnya dari spesies sampai ekosistem. Secara garis besar, keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkat, yaitu :

1. Keanekaragaman gen
Setiap sifat organisme hidup dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan (gen), satu dari induk jantan dan lainnya dari induk betina. Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dalam satu jenis.
misalnya :
- variasi jenis kelapa : kelapa gading, kelapa hijau
- variasi jenis anjing : anjing bulldog, anjing herder, anjing kampung

2. Keanekaragaman jenis (spesies)
Keanekaragaman ini lebih mudah diamati daripada Keanekaragaman gen. Keanekaragaman hayati tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya beraneka macam jenis mahluk hidup baik yang termasuk kelompok hewan, tumbuhan dan mikroba.
Misalnya, variasi dalam satu famili antara kucing dan harimau. Mereka termasuk dalam satu famili(famili/keluarga Felidae) walaupun ada perbedaan fisik, tingkah laku dan habitat.

3. Keanekaragaman ekosistem
Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dari ekosistem di biosfir. misalnya :
ekosistem lumut, ekosistem hutan tropis, ekosistem gurun, masing-masing ekosistem memiliki organisme yang khas untuk ekosistem tersebut. misalnya lagi, ekosistem gurun di dalamnya ada unta, kaktus, dan ekosistem hutan tropis di dalamnya ada harimau.

Untuk menjaga kelestariannya, maka dibentuk suatu daerah konservasi bagi hewan dan tumbuhan di alam. Daerah â daerah konservasi tersebut antara lain :

1. Taman nasional
Merupakan kawasan konservasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di perairan
2. Cagar alam
Merupakan kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan, satwa dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan kepada alam
3. Hutan wisata
Merupakan kawasan hutan yang karena keberadaan dan sifat wilayahnya perlu dibina dan dipertahankan sebagai hutan, yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan pendidikan, konservasi alam dan rekreasi
4.Taman hutan raya
Merupakan kawasan konservasi alam yang terutama dimanfaatkan untuk koleksi tumbuhan dan hewan.
5.Taman laut
Merupakan wilayah lautan yang memiliki ciri khas berupa keindahan atau keunikan alam.
6. Wana wisata
Merupakan kawasan hutan yang disamping fungsi utamanya sebagai hutan produksi, juga dimanfaatkan sebagai objek wisata hutan
7. Hutan lindung
Merupakan kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk tujuan melindungi lahan agar tidak tererosi dan untuk mengatur tata air.

Selain itu perlu juga ditumbuhkan beberapa sikap yang bertujuan untuk menjaga kelestarian makhluk hidup, antara lain:

1. . Tidak melakukan penebangan pohon di hutan dengan semena-mena (tebang habis).
2. Penebangan kayu di hutan dilaksanakan dengan terencana dengan sistem tebang pilih (penebangan selektif). Artinya, pohon yang ditebang adalah pohon yang sudah tua dengan ukuran tertentu yang telah ditentukan.
3. . Cara penebangannya pun harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak merusak pohon-pohon muda di sekitarnya.
4. . Melakukan reboisasi (reforestasi), yaitu menghutankan kembali hutan yang sudah terlanjur rusak.
5. Melaksanakan aforestasi, yaitu menghutankan daerah yang bukan hutan untuk mengganti daerah hutan yang digunakan untuk keperluan lain.
6. Mencegah kebakaran hutan.
7. Mencegah erosi; dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman.
8. . Menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau. Dengan terbentuknya humus di hutan, tanah menjadi gembur. Tanah yang gembur mampu menahan air hujan sehingga meresap ke dalam tanah, resapan air akan ditahan oleh akar-akar pohon. Dengan demikian, di musim hujan air tidak berlebihan, sedangkan di musim kemarau, danau, sungai, sumur dan sebagainya tidak kekurangan air.
9. Tidak boleh berburu hewan-hewan langka.
10. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi sumber daya alam.
11. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
12. Teknologi yang dipakai di dalam pengelolaan sumber daya alam tidak sampai merusak kemampuan sumber daya untuk pembaruannya.
13. Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin pertumbuhan sumber daya alam hayati.
14. Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya dengan daur ulang.
15. Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses pembaruannya.

Semoga bisa membantu

bagaimana cara kita melestarikan hewan dan tumbuhan?
Q:

A. Cara yang dilakukan untuk melestarikan hewan dan tumbuhan umumnya dengan menyediakan segala kebutuhannya. Di antaranya dengan menyediakan makanan, air, dan tempat tinggal yang memadai.

Usaha pelestarian hewan dan tumbuhan dapat dilakukan melalui pelestarian in situ dan pelestarian ex situ.

Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan pada tempat asli hewan atau tumbuhan tersebut berada.

Contoh pelestarian in situ adalah suaka margasatwa, hutan lindung, dan taman nasional. Suaka margasatwa merupakan kawasan yang melindungi hewan. Hutan lindung merupakan kawasan yang melindungi tumbuhan. Adapun taman nasional merupakan kawasan yang melindungi hewan dan tumbuhan.

Pelestarian ex situ adalah pelestarian yang dilakukan di luar tempat tinggal aslinya. Hal itu dilakukan karena hewan dan tumbuhan kehilangan tempat tinggal aslinya. Selain itu, pelestarian ex situ dilakukan sebagai upaya rehabilitasi, penangkaran, dan pembiakan hewan maupun tumbuhan langka.

Contoh pelestarian ex situ antara lain kebun botani, seperti Taman Safari, kebun binatang, dan penangkaran. Suaka Margasatwa Suaka Margasatwa terdiri dari tiga kata; suaka = perlindungan, marga = keluarga, satwa = binatang.
Jadi yang dimaksud dengan suaka margasatwa adalah tempat perlindungan keluarga hewan. Contoh dari suaka margasatwa adalah Kebun Binatang Ragunan, Kebun Binatang Bandung dan Taman Safari.

Cagar Alam Cagar alam adalah wilayah yang memiliki ciri khusus yang dilindungi oleh Pemerintah. Tujuan didirikannya cagar alam adalah untuk melindungi flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang ada di dalamnya. Contoh cagar alam diantaranya adalah Cagar Alam Gunung Tangkoko, Cagar Alam Pananjung Pangandaran dan Cagar Alam Tangkuban Perahu.

Taman Nasional Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Contoh Taman Nasional diantaranya adalah TN Gunung Leuseur (Aceh), TN Way Kambas (Lampung), TN Ujung Kulon (Banten), TN Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat), TN Merubetiri (Jawa Timur), TN Pulau Komodo dan Taman Nasional Bunaken

apa tempat pelestarian hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan langka ?
Q:

A. Untuk menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan langka, maka dibentuk suatu daerah konservasi bagi hewan dan juga tumbuhan di alam. Berikut ini beberapa daerah konservasi tersebut :

1. Taman nasional
Merupakan kawasan konservasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di perairan

2. Cagar alam
Merupakan kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan, satwa dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan kepada alam

3. Hutan wisata
Merupakan kawasan hutan yang karena keberadaan dan sifat wilayahnya perlu dibina dan dipertahankan sebagai hutan, yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan pendidikan, konservasi alam dan rekreasi

4. Taman hutan raya
Merupakan kawasan konservasi alam yang terutama dimanfaatkan untuk koleksi tumbuhan dan hewan.

5. Kebun Raya
Merupakan suatu tempat yang dijadikan sebagai tempat obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki koleksi flora dan atau fauna yang masih hidup.

6. Taman laut
Merupakan wilayah lautan yang memiliki ciri khas berupa keindahan atau keunikan alam.

7. Wana wisata
Merupakan kawasan hutan yang disamping fungsi utamanya sebagai hutan produksi, juga dimanfaatkan sebagai objek wisata hutan

8. Hutan lindung
Merupakan kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk tujuan melindungi lahan agar tidak tererosi dan untuk mengatur tata air.

9. Suaka Margasatwa
Merupakan suatu daerah yang ditujukan untuk perlindungan yang diberikan kepada hewan – hewan yang hampir punah.

Semoga bisa membantu

cara mencegah kepunahan hewan dan tumbuhan?
Q:

A. Untuk mencegah kepunahan dan menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan langka, maka dibentuk suatu daerah konservasi bagi hewan dan juga tumbuhan di alam. Berikut ini beberapa daerah konservasi tersebut :

1. Taman nasional
Merupakan kawasan konservasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di perairan

2. Cagar alam
Merupakan kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan, satwa dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan kepada alam

3. Hutan wisata
Merupakan kawasan hutan yang karena keberadaan dan sifat wilayahnya perlu dibina dan dipertahankan sebagai hutan, yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan pendidikan, konservasi alam dan rekreasi

4. Taman hutan raya
Merupakan kawasan konservasi alam yang terutama dimanfaatkan untuk koleksi tumbuhan dan hewan.

5. Kebun Raya
Merupakan suatu tempat yang dijadikan sebagai tempat obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki koleksi flora dan atau fauna yang masih hidup.

6. Taman laut
Merupakan wilayah lautan yang memiliki ciri khas berupa keindahan atau keunikan alam.

7. Wana wisata
Merupakan kawasan hutan yang disamping fungsi utamanya sebagai hutan produksi, juga dimanfaatkan sebagai objek wisata hutan

8. Hutan lindung
Merupakan kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk tujuan melindungi lahan agar tidak tererosi dan untuk mengatur tata air.

9. Suaka Margasatwa
Merupakan suatu daerah yang ditujukan untuk perlindungan yang diberikan kepada hewan – hewan yang hampir punah.

Semoga bisa membantu

Apa yang dimaksud dengan Status Kehutanan…?
Q:

A. 1. Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap.
2.
Hutan Produksi yang dapat dikonversi yang selanjutnya disebut HPK adalah kawasan hutan yang secara ruang dicadangkan untuk digunakan bagi pembangunan di luar kehutanan.
3.
Hutan Produksi Tetap yang selanjutnya disebut HP adalah kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng, jenis tanah dan intensitas hujan setelah masing-masing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai dibawah 125, di luar kawasan lindung, hutan suaka alam, hutan pelestarian alam dan taman buru.
4.
Hutan Produksi Terbatas yang selanjutnya disebut HPT adalah kawasan hutan dengan faktor-faktor kelas lereng, jenis tanah dan intensitas hujan setelah masing-masing dikalikan dengan angka penimbang mempunyai jumlah nilai antara 125-174, di luar kawasan lindung, hutan suaka alam, hutan pelestarian alam dan taman buru.
5.
Hutan Lindung yang selanjutnya disebut HL adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.
6.
Hutan Konservasi yang selanjutnya disebut HK adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragam tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.
7.
Hutan Tetap adalah kawasan hutan yang akan dipertahankan keberadaannya sebagai kawasan hutan, terdiri dari hutan konservasi, hutan lindung, hutan produksi terbatas dan hutan produksi tetap.
8.
Areal Penggunaan Lain yang selanjutnya disebut APL adalah areal bukan kawasan hutan.

Powered by Yahoo! Answers