Portal Berita Indonesia

Apa Saja Kerjasama Internasional Yang Telah Dilakukan Indonesia?

Apa Saja Kerjasama Internasional Yang Telah Dilakukan Indonesia? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Apa Saja Kerjasama Internasional Yang Telah Dilakukan Indonesia?

Q: tolong rincikan kerjasama di bidang apa dan negan negara apa A. buanyak banget-ekonomi antara indonesia dengan malasia,jepang singapura,amrik dll-politik antr indonesia dengan negara hampir di seluruh dunia dengan menepatkan duta besarnya-sosial indonesia dengan negara maju dengan menolong korban sunami di aceh tahun 2004-kebudayaan antara indonesia dengan malasia dengan mempelajari masing-masing budaya daerah Atase’ Indonesia [...]

Rating: 5

Q: tolong rincikan kerjasama di bidang apa dan negan negara apa

A. buanyak banget
-ekonomi antara indonesia dengan malasia,jepang singapura,amrik dll
-politik antr indonesia dengan negara hampir di seluruh dunia dengan menepatkan duta besarnya
-sosial indonesia dengan negara maju dengan menolong korban sunami di aceh tahun 2004
-kebudayaan antara indonesia dengan malasia dengan mempelajari masing-masing budaya daerah
Atase’ Indonesia tahun 2009?
Q: Atase’ atau lazim disebut Duta Besar, merupakan wakil Indonesia dimata Internasional. Mempunyai kekebalan Diplomatik (apapun yang dilakukan dan dikatakannya untuk kepentingan negara atau membela diri karena sudah disumpah tidak akan menyalahgunakan wewenangan yang diberikan kepadanya) dan menjadi wakil bagi bangsa Indonesia yang bekerja, belajar dan tinggal diluar negeri serta memperkenalkan budaya Indonesia ke negara lain tentu bukan suatu tugas yang mudah.
Siapa saja yang berhak menduduki jabatan tersebut?

<++-Chaka_Khan-++>

A. Perwakilan Indonesia diluar negeri, merupakan kepanjangan tangan pemerintah. Diawali dengan pengakuan kedaulatan antar kedua negara, kemudian adanya kerjasama bilateral keduanya.
Presiden yang menunjuk duta besar sebagai wakil pemerintah di tiap-tiap negara. Pertimbangan dari presiden biasanya adalah pengalaman kerja yang lama di institusi pemerintah atau lembaga, pengetahuan atau penguasaan keilmuan tertentu mengenai negara yang akan diwakili duta besar tersebut dan tentunya mampu mewakili budaya indonesia sendiri.
Jadi semua orang berhak menjadi duta besar, asalkan presiden tahu latar belakangnya dan mau menunjuk dia menjadi duta besar.
Drpd ribut" ayo sini… Pertanyaan yg butuh logika (tugas pr sih)?
Q: Bingung nih ngerjain tugas mending tanya anak" k&a (yg plg logis dn aneh" org ny) :p

question for task :
1.citra indonesia di mata dunia dapat dikatakan buruk (sya bkin visa aja lama bgt kluar ny krn WNI). Hal ini terbukti dengan tingkat korupsi yg tinggi , kondisi keamanan yg stabil , dan tinggkat perdagangan orang yg tinggi. Diplomasi spt apakah yg harus diterapkan hingga memperbaiki citra indonesia di mata internasional ???

2.globalisasi menyebabkan setiap ngr harus berhubungan dgn ngr lain tdk terkecuali indonesia. Ironis ny globalisasi justru merugikan indonesia krn berbagai kebijakan internasional yg di terapkan semakin mematikan eksistensi indonesia pd khususnya dan ngr berkembang pd umumnya. Contohnya proteksi produk pertanian yg diterapkan oleh negara maju, sehingga merugikan ekspor produk pertanian ngr berkembang. Lalu apa yg harusnya dilakukan indonesia untuk melindungi kepentingan negara nya ???

Question for k&a (biar g d apus :p)
1.animanga apa yg atmosfir politikny sangat terasa dan cukup sulit d cerna
2.chara yg slalu ngerjain pr ny
3.chara guru yg slalu kasih pr

Ok thanks .

A. 1.kalo saya bilang sih, sebelum memperbaiki citra Indonesia di kancah Internasional, citra Indonesia di dalam negri harus diperbaiki dahulu..
zaman sekarang, sudah banyak sekali Rakyat Indonesia yang kecewa dengan negaranya sendiri..banyak rakyat Indonesia yang tidak percaya dengan pemerintahnya sendiri..
berarti sistemnya harus dibenahi..korupsi harus diberantas, dan sistem keamanannya juga harus diperbaiki..
dengan memperbaiki internal Indonesia sendiri, secara otomatis maka akan berdampak kepada pandangan negara lain..karena pengaruh dari globalisasi..
dan,, juga Indonesia harus lebih memperhatikan karya2 anak bangsanya..
banyak sekali sarjana2 /peneliti2/ dll yang sebenernya berpotensi dan berprestasi tetapi seperti diabaikan oleh negaranya sendiri..
jadi wajar aja bila orang2 pinter di Indonesia pada kabur untuk memilih kerja di Luar Negri..
lha trus akhirnya malah Indonesia mendatangkan orang2 / SDM dari luar..duiit lagi..hutang lagi…
dan Indonesia kalo gitu terus gak bakalan bisa mandiri..cuman bisa bergantung kepada negara luar..

2.sebenernya ni pertanyaan mata pelajaran/mata kuliah apa sih??wkwkkw
saya kurang paham sebenernya..tapi menurut penerawangan saya..yang harus dilakukan Indonesia/pemerintah ikut menerapkan proteksi tsb..
karena tak ayal negara kita walaupun sumber alamnya melimpah..tapi koq malah banyak mengimpor sda dari luar negri? kan aneh~ jadi SDA dan SDM di Indonesia harus terlebih dulu ditingkatan..
eh,,diurusi..
baru kemudian setelah sekiranya masalah pertanian (misalnya) di Indonesia membaik..
cara meningkatkan devisa dengan Ekspor otomatis meningkat..
karena dengan kualitas "jualan" kita yang baik..maka kita lebih unggul dari segi saingan..(karena tentu saja yang jual beras(misalnya) gak cuman negara kita aja..
dan kita bisa juga menambah kerjasama ekspor dengan negara-negara yang lain..
atau mungkin memperbanyak jenis ekspor kita..

maap kalo jawabannya ngarang2 gimanaa getoo..kwkwkwk

Question for k&a (biar g d apus :p)
1.animanga apa yg atmosfir politikny sangat terasa dan cukup sulit d cerna
â Manga : Eagle,Yugo The Negotiator
Anime : Gundam Series

2.chara yg slalu ngerjain pr ny
â Light Yagami, Dekisugi

3.chara guru yg slalu kasih pr
â gurunya Nobita cs

Anomali Organisasi Internasional ?
Q: organisasi adlh wadah kerjasama yg tujuannya saling menguntungkan…tp kenapa Indonesia selalu di rugikan dalam kerjasama organisasi internasional, IMF dan WTO cthya ?

A. Menurut gw, ini sangat erat kaitannya dengan liberalisasi perdagangan dan globalisasi yang dilakukan negara-negara maju kepada negara-negara berkembang dan terbelakang. Dampak ini sangat kentara di negara-negara berkembang yang mengalami tekanan dari lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia dan IMF untuk menjalankan agenda globalisasi.

Powered by Yahoo! Answers