Portal Berita Indonesia

Apa Saja Bentuk-bentuk Kerjasama Internasional Indonesia Dengan Negara Lain Di Bidang Ekonomi?

Apa Saja Bentuk-bentuk Kerjasama Internasional Indonesia Dengan Negara Lain Di Bidang Ekonomi? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Apa Saja Bentuk-bentuk Kerjasama Internasional Indonesia Dengan Negara Lain Di Bidang Ekonomi?

Q: A. 1. Kerja Sama BilateralKerja sama bilateral merupakan kerja sama antar dua negara. Misalnya, kerja sama ekonomi yang terjalin antara Indonesia dengan Singapura atau Amerika dengan Arab Saudi. Kerja sama bilateral bertujuan untuk membina hubungan yang telah ada serta menjalin hubungan kerja sama perdagangan dengan negara mitra. 2. Kerja Sama RegionalKerja sama regional merupakan [...]

Rating: 4

Q:

A. 1. Kerja Sama Bilateral
Kerja sama bilateral merupakan kerja sama antar dua negara. Misalnya, kerja sama ekonomi yang terjalin antara Indonesia dengan Singapura atau Amerika dengan Arab Saudi. Kerja sama bilateral bertujuan untuk membina hubungan yang telah ada serta menjalin hubungan kerja sama perdagangan dengan negara mitra.

2. Kerja Sama Regional
Kerja sama regional merupakan kerja sama antara negara-negara sewilayah atau sekawasan. Tujuannya tidak lain adalah untuk menciptakan perdagangan bebas antara negara di suatu kawasan tertentu. Bentuk kerja sama regional sudah dijajaki oleh PBB melalui pembentukan komisi regional yang dimulai dari Eropa, Asia Timur dan Amerika Latin. Komisi ini mengembangkan kebijakan bersama untuk masalah pembangunan khususnya pada bidang ekonomi. Kerja sama secara regional biasanya lebih pada hubungan dengan lokasi negara serta berdasarkan alasan historis, geografis, teknik, sumber daya alam dan pemasaran. Contoh-contoh bentuk kerja sama semacam ini, antara lain:

a. ASEAN
b. APEC

bentuk kerjasama di indonesia?
Q:

A. Bentuk-bentuk kerjasama antarnegara dapat digolongkan sebagai berikut;

1. Kerja Sama Bilateral

Kerja sama bilateral merupakan kerja sama antar dua negara. Misalnya, kerja sama ekonomi yang terjalin antara Indonesia dengan Singapura atau Amerika dengan Arab Saudi. Kerja sama bilateral bertujuan untuk membina hubungan yang telah ada serta menjalin hubungan kerja sama perdagangan dengan negara mitra. Pemerintah Indonesia sendiri telah mentandatangani perjanjian perdagangan dan ekonomi di Kawasan Asia Pasifik dengan 14 negara, di Afrika dan Timur Tengah dengan 10 negara, di Eropa Timur dengan 9 negar, di Eropa Barat dengan 12 negara dan di Amerika Latin dengan 7 negara.

2. Kerja Sama Regional

Kerja sama regional merupakan kerja sama antara negara-negara sewilayah atau sekawasan. Tujuannya tidak lain adalah untuk menciptakan perdagangan bebas antara negara di suatu kawasan tertentu. Bentuk kerja sama regional sudah dijajaki oleh PBB melalui pembentukan komisi regional yang dimulai dari Eropa, Asia Timur dan Amerika Latin. Komisi ini mengembangkan kebijakan bersama untuk masalah pembangunan khususnya pada bidang ekonomi. Kerja sama secara regional biasanya lebih pada hubungan dengan lokasi negara serta berdasarkan alasan historis, geografis, teknik, sumber daya alam dan pemasaran.

pengelompokan organisasi internasional?
Q: bantuin cari contohnya ya….
ini pertanyaannya :

1. organisasi antar pemerintah anggotanya terdiri dari delegasi resmi pemerintahan negara – negara.berikan contohnya ……..

2. organisasi nonpemerintah anggotaNYA terdiri dari kelompok2 swasta dibidang keilmuan keagamaan,kebudayaan , dan bantuan ekonomi.contohnya ????

itu aja..dibutuh cepat….

sekian dan terima kasih ^_^

A. A.Kegiatan Administrasi
â¢Organisasi Internasional Antar Pemerintah (Inter-Govermental Organization) yang lazim disingkat IGO.
Contoh : PBB, ASEAN, SAARC, OAU, NAM, dls.
â¢Organisasi Internasional Non-Pemerintah (Non-Govermental Organization) yang lazim disingkat NGO.
Contoh : IBF, ICC, Dewan Masjid Sedunia, Dewan Gereja Sedunia, Perhimpunan Donor Darah Sedunia, dls.
B.Ruang Lingkup (wilayah) kegiatan dan keanggotaan
â¢Organisasi Internasional Global
Wilayah kegiatan adalah global (seluruh dunia), dan keanggotaan terbuka dalam ruang lingkup diberbagai penjuru dunia.
Contoh : PBB/UNO, OKI/OIC, GNB/NAM, dls.
â¢Organisasi Internasional Regional
Wilayah kegiatan adalah regional, dan keanggotaan hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan tertentu saja.
Contoh : ASEAN, OAU, GCC, EC, SAARC, dls.
C.Bidang Kegiatan (Operasional) Organisasi.
â¢Bidang Ekonomi
KADIN Internasional
â¢Bidang Lingkungan Hidup
UNEP
â¢Bidang Kesehatan
WHO, IDF, dls.
â¢Bidang Pertambangan
ITO.
â¢Bidang Komoditi (pertanian dan industri)
IWTO, ICO ,dls.
â¢Bidang Bea Cukai dan Perdagangan Internasional
GATT, dls.
D.Tujuan dan Luas Bidang Kegiatan Organisasi.
â¢Organisasi Internasional Umum (menyangkut hal-hal umum).
Tujuan organisasi serta bidang kegiatannya bersifat luas dan umum, bukan hanya menyangkut bidang tertentu.
Contoh : PBB/UNO, dls.
â¢Organisasi Internasional Khusus (menyangkut hal-hal khusus).
Tujuan organisasi dan kegiatannya adalah khusus pada bidang tertentu atau mengyangkut hal khusus saja.
Contoh : OPEC, dan termasuk organisasi-organisasi khusus dibawah naungan PBB, seperti : UNESCO, UNICEF, ITU, UPU, dls.
E.Ruang Lingkup Bidang Kegiatan.
â¢Organisasi Internasional : Global-Umum.
Contoh : PBB/UNO, dls.
â¢Organisasi Internasional : Global-Khusus.
Contoh : OPEC, ICAO, IMCO, ITU, UPU, UNESCO, WHO, FAO dan ICRC.
â¢Organisasi Internasional : Regional-Umum.
Contoh : ASEAN, EC, OAS, OAU, SAARC, GCC, Liga Arab, dls.
â¢Organisasi Internasional : Regional-Khusus.
Contoh : AIPO, OAPEC, PATA, dls.
F.Menurut Taraf Kewenangan (kekuasaan)
â¢Organisasi Supra-Nasional
â¢Organisasi Kerja sama.
Contohnya banyak sekali (PBB, ASEAN, OKI, OPEC, dll). Karena semua organisasi internasional dewasa ini adalah didasarkan pada pola kerjasama, bukan pola supra nasional.
G.Bentuk dan Pola Kerjasama.
â¢Kerjasama Pertahanan-Keamanan (collective security), yang adalah disebut âinstitutionalized allianceâ
Contoh : NATO, dls.
â¢Kerjasama Fungsional (functional cooperation)
Contoh : PBB, ASEAN, OKI, OPEC, SAARC, OAU, GCC, dls.
H.Fungsi Organisasi
â¢Organisasi Politikal, yaitu organisasi yang dalam kegiatannya menyangkut masalah-masalah politik dan hubungan internasional.
Seperti halnya ASEAN yang mencanangkan konsep ZOPFAN.
Contoh : PBB, ASEAN, NATO, ANZUS, SAARC, OAU, Liga Arab, dls.
â¢Organisasi Administratif (administrative organization), yaitu organisasi yang sepenuhnya hanya melaksanakan kegiatan teknis secara administratif.
Contoh : UPU, ITU, OPEC, ICAO, ICRC, dls.
â¢Organisasi Peradilan (judicial organization), yaitu organisasi yang menyangkut penyelesaian sengketa pada berbagai bidang atau aspek (politik, ekonomi, hukum, sosbud). Menurut prosedur hukum dan melalui proses peradilan (sesuai ketentuan internasional dan perjanjian-perjanjian internasional)
Contoh : Mahkamah Internasional, dls.
Pendapat tentang globalisasi dibidang hankam?
Q: terciptanya suatu sistem kerjasama global oleh pihak-pihak berwajib dan yg terkait dalam rangka meningkatkan pertahanan dan keamanan didunia pada umumnya dan dinegaranya sendiri pada khususnya.
adanya upaya-upaya setiap negara dalam mempertahankan kedaulatan negaranya melalui pembuatan sistem persenjataan maupun pemberdayaan rakyat dan tentaranya. Globalisasi bidang hankam yang pernah dirasakan masyarakat dunia, yaitu dengan dibentuknya pakta pertahanan NATO, SEATO, WARSAWA, dan sebagainya. Dalam bidang hankam, negara Indonesia selain memperkuat berbagai sistem persenjataan di darat, udara dan laut juga melakukan upaya-upaya keamanan rakyat semesta dan kedaulatan nasional. Negara Indonesia dalam partisipasi menjaga keaman internasional, juga pernah mengirim Pasukan Garuda kebeberapa negara atas mandat Dewan Keamanan PBB.

tidak semua negara bisa beradaptasi dengan teknologi atau sistem baru yg akan diimplementasikan dalam sistem pertahanan dan keamanan negara tersebut.

bisa beri pendapat?

A. Perubahan politik dunia yang terjadi di era globalisasi, telah menghadirkan suatu kompetisi antar bangsa. Kondisi tersebut cenderung mengarah pada perebutan pengaruh yang cukup ketat, baik global, regional maupun nasional. Perkembangan tersebut antara lain meyebabkan terjadinya perubahan pada situasi keamanan dunia dengan munculnya isu-isu keamanan baru.Di masa lalu, isu keamanan tradisional cukup menonjol, yakni yang berhubungan dengan geopolitik dan geostrategi, khususnya pengaruh kekuatan blok barat dan blok timur. Pada masa itu, kekhawatiran dunia terutama pada masalah pengembangan kekuatan militer dan senjata strategis serta hegemoni.
Isu keamanan pada dekade terakhir ini makin kompleks dengan meningkatnya aktivitas terorisme, perampokan dan pembajakan, penyeludupan, imigrasi gelap, penangkapan ikan secara ilegal, dan kejahatan lintas negara lainnya. Bentuk-bentuk kejahatan trsebut makin kompleks karena dikendalikan oleh aktor-aktor dengan jaringan lintas negara yang sangat rapi, serta memiliki kemampuan teknologi dan dukungan finansial.
Seiring dengan perkembangan global tersebut, di Indonesia berlangsung Gerakan Reformasi, bertujuan mewujudkan kehidupan masyarakat yang demokratis, bersih dari praktek-praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Sejauh ini reformasi nasional telah memberi isyarat perubahan positif dalam kehidupan masyarakat Indonesia, melalui penataan sistem pemerintahan, baik politik, hukum, ekonomi, sosial, maupun pertahanan serta keamanan dan ketertiban masyarakat.
Di bidang pertahanan negara, perubahan mendasar yang terjadi telah mencakup aspek-aspek struktur, kultur dan hukum. Perubahan tersebut kemudian diwadahi dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Powered by Yahoo! Answers