Portal Berita Indonesia

Apa Peranan , Kegunaan , Bahaya Dan Apa Yg Mencakup Dari Reaksi Fisi Dan Fusi?

Apa Peranan , Kegunaan , Bahaya Dan Apa Yg Mencakup Dari Reaksi Fisi Dan Fusi? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Apa Peranan , Kegunaan , Bahaya Dan Apa Yg Mencakup Dari Reaksi Fisi Dan Fusi?

Q: dalam reaksi kimia reaksi fisi dan fusi…. A. Dalam fisika, fusi nuklir (reaksi termonuklir) adalah sebuah proses saat dua inti atom bergabung, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi nuklir adalah sumber energi yang menyebabkan bintang bersinar, dan Bom Hidrogen meledak. Senjata nuklir adalah senjata yang menggunakan prinsip reaksi fisi nuklir [...]

Rating: 5

Q: dalam reaksi kimia reaksi fisi dan fusi….

A. Dalam fisika, fusi nuklir (reaksi termonuklir) adalah sebuah proses saat dua inti atom bergabung, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi nuklir adalah sumber energi yang menyebabkan bintang bersinar, dan Bom Hidrogen meledak. Senjata nuklir adalah senjata yang menggunakan prinsip reaksi fisi nuklir dan fusi nuklir.

Proses ini membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan inti nuklir, bahkan elemen yang paling ringan, hidrogen. Tetapi fusi inti atom yang ringan, yang membentuk inti atom yang lebih berat dan neutron bebas, akan menghasilkan energi yang lebih besar lagi dari energi yang dibutuhkan untuk menggabungkan mereka — sebuah reaksi eksotermik yang dapat menciptakan reaksi yang terjadi sendirinya.

Energi yang dilepas di banyak reaksi nuklir lebih besar dari reaksi kimia, karena energi pengikat yang mengelem kedua inti atom jauh lebih besar dari energi yang menahan elektron ke inti atom.

Dalam fisika nuklir dan kimia nuklir, fisi nuklir adalah reaksi nuklir saat nukleus atom terbagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (nuklei yang lebih ringan), yang seringkali menghasilkan foton dan neutron bebas (dalam bentuk sinar gamma), dan melepaskan energi yang sangat besar. Dua nuklei yang dihasilkan biasanya ukurannya sebanding, dengan rasio massa sekitar 3:2 untuk isotop fisil.[1][2] Fisi yang biasanya terjadi adalah fisi biner, namun kadang-kadang (2 hingga 4 kali per 1000 peristiwa), tiga pecahan bermuatan positif dihasilkan dalam fisi ternari. Bagian terkecil dari ketiga nuklei ini ukurannya bervariasi antara sebesar proton hingga nukleus argon.

Reaksi nuklir energetik ini biasanya dipicu oleh neutron, meskipun kadang-kadang fisi juga dianggap sebagai salah satu bentuk peluruhan radioaktif spontan, terutama dalam isotop dengan nomor massa yang sangat besar. Komposisi hasil yang tak dapat diprediksi (yang bervariasi dalam kemungkinan yang beragam dan ketidakberaturan) membedakan fisi dari proses penerowongan kuantum murni seperti emisi proton, peluruhan alfa, dan peluruhan kluster, yang menghasilkan produk yang sama setiap saat.

Fisi elemen berat merupakan reaksi eksotermik yang dapat melepaskan energi yang besar, baik sebagai radiasi elektromagnetik maupun energi kinetik pecahan. Agar fisi dapat menghasilkan energi, jumlah energi pengikat dari unsur yang dihasilkan harus lebih besar daripada unsur awal. Fisi merupakan salah satu bentuk transmutasi nuklir karena pecahan yang dihasilkan tidak sama dengan unsur atom awalnya.

Fisi nuklir menghasilkan energi listrik dan dimanfaatkan sebagai senjata. Pemanfaatan tersebut mungkin dilakukan karena substansi tertentu yang disebut bahan nuklir mengalami fisi saat terkena neutron fisi, dan lalu menghasilkan neutron saat mereka terbagi. Hal ini memungkinkan reaksi berantai yang melepaskan energi dalam tingkat yang terkontrol di reaktor nuklir atau dalam tingkat yang sangat cepat dan tak terkontrol dalam senjata nuklir.

Jumlah energi bebas yang dikandung dalam bahan bakar nuklir adalah jutaan kali jumlah energi bebas dalam bahan bakar kimia dengan massa yang sama (contohnya bensin), sehingga fisi nuklir merupakan sumber energi yang sangat padat. Akan tetapi, hasil dari fisi nuklir memiliki sifat radioaktif yang jauh lebih besar, sehingga menimbulkan masalah limbah nuklir. Kekhawatiran akan limbah nuklir dan daya hancur senjata nuklir telah memicu perdebatan.

dimana tempat terjadinya reaksi termonuklir/fusi pada matahari?
Q:

A. Di inti matahari. Yaitu zona dari pusat sampai sekitar 20% dari jari-jari matahari. Suhunya sekitar 15 juta derajat Kelvin. Dalam suhu yang panas ini energi kinetik proton sangat besar, cukup untuk mengalahkan gaya tolak antar proton yang kemudian memungkinkan fusi atom hidrogen menjadi atom helium-4.

Reaksi fusi atom hidrogen menjadi helium disebut proton-proton chain. Reaksi proton-proton chain ini melepaskan energi yang sangat besar, ini yang menjadi sumber energi matahari.

apakah cahaya memiliki Massa dan berapa kecepatan cahaya itu?
Q:

A. Cukup sulit jika pertanyaan apakah cahaya memeiliki massa dijawab secara langsung. Seperti sudah disampaikan bos-bos sebelumnya, cahaya dapat berprilaku sebagai materi. Hal ini terlihat pada efek gravitasi, cahaya dapat menimbulkan efek gravitasi(yang teramat kecil), dapat dilihat pada "stress-energy tensor". Tetapi selain gaya gravitasi, seluruh gaya lain tidak mempengaruhi cahaya, padahal massa dari mekanika Newton adalah efek perlawanan gaya yang menimbulkan percepatan, sehingga cahaya dapat pula dikatakan tidak bermassa.

Kita coba dari kesetaraan energi dan massa, energi setara dengan massa.
E = m c^2
E ~ (9*10^16)m [J/kg)]
Alih-alih menggunakan c^2 sebagai [m^s/s^2] lebih sesuai digunakan satuan [J/kg] karena secara langsung memperlihatkan besaran konversi, 1 [kg] = 9*10^16 [J]

Massa dapat diubah sebagi energi, semisal semua reaksi kimia, yang pada prinsipnya adalah konversi materi(dalam jumlah teramat sangat kecil) menjadi energi.

Energi pun dapat diubah menjadi massa, di alam ketika radiasi gamma berenergi tinggi menabrak inti berat suatu atom, maka sebagian energi kinetik terkonversi menjadi massa, sebagai pasangan elektron-positron.

Jadi jika ditanya "apakah cahaya memiliki Massa?", maka dapat dijawab, karena cahaya merupakan jalaran energi, yang mengandung energi, maka dapat dikonversi menjadi massa. Berbeda dengan konversi materi menjadi energi, konversi energi menjadi massa memerlukan energi yang teramat besar. Lalu "keberadaan" materi pada cahaya ini tidak dapat terdeteksi secara langsung.

Kecepatan cahaya pada dasarnya adalah konstan ~ 3*10^8 m/s. Dalam suatu medium apapun kecepatan cahaya pada dasarnya tetap. Kecepatan yang seolah melambat ini karena ketika semakin rapat suatu medium, maka akan semakin banyak partikel yang "menghalangi" cahaya. Lalu cahaya seperti terpantul-pantul(bounce) dan melambat ketika melewati medium tersebut.

Detilnya seperti berikut,
Setiap kali foton(cahya) menabrak suatu atom, maka atom tersebut akan "menyerap" foton dan mengeksitasi elektron. Elektron tersebut lalu melepaskan energi dalam bentuk foton lainnya dalam rentang waktu sangat singkat. Dengan semakin padatnya objet, maka semakin banyak atom-atom dan molekul mengambil foton(cahaya) dan melepaskannya kembali. Yang mana proses menyerap dan melepaskan foton tersebut memerlukan waktu, menyebabkan cahaya "melambat". Akibatnya "kecepatan rata-rata" cahaya melambat, dikarenakan hilang waktu saat terjadi penyerapan cahaya. Dari sini bisa dipastikan cahaya tersebut pada dasarnya tetap melaju dengan kecepatan cahaya.

Link-link sumber memberi penjelasan yang memadai.

apa sajakah manfaat termokimia pada kehidupan sehari-hari?
Q:

A. ada 2 manfaat, manfaat positif dan negarif.
Manfaat positif dari termokimia, yaitu:
1) Dapat mempelajari suatu bentuk energi yang dibutuhkan oleh manusia untuk bergerak dalam bentuk energi kinetik dan tambahan-tambahan dalam melakukan proses fotosintesis yang membutuhkan energi dari sinar matahari. Contohnya, dapat mempelajari energi listrik, mempelajari kalor/panas, mempelajari perubahan energi pada suatu alat/mesin.
2) Dapat mempelajari suatu sistem atau bagian alam semasta yang menjadi objek penelitian serta lingkungan atau bagian alam semesta yang berinteraksi dengan satu sistem.

Manfaat negatif dari termokimia, yaitu: Semakin mempelajari energi dalam skala yang lebih besar, dapat menjadikan sumber kehancuran dunia. Contohnya mempelajari energi nuklir.

Pada intinya, manfaat termokimia tidak jauh dari istilah panas, energi, eksoterm, endoterm, entalpi, dll. Manfaatnya bisa dikembangkan sendiri.

Powered by Yahoo! Answers