Portal Berita Indonesia

Apa Peran ASEAN, KAA, PBB Dalam Bidang Ekonomi, Politik, Sosbud, Hankam?

Apa Peran ASEAN, KAA, PBB Dalam Bidang Ekonomi, Politik, Sosbud, Hankam? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Apa Peran ASEAN, KAA, PBB Dalam Bidang Ekonomi, Politik, Sosbud, Hankam?

Q: Peranan ASEAN, PBB, KAA tersebut khususnya bagi Indonesia A. Menjadi penonton setia atas kemiskinan rakyat indonesia…. apa peranan indonesia bagi UNESCO? Q: apa manfaat bagi indonesia dalam mengikuti organisasi UNESCO? dan bagaimana peranan indonesia terhadap negara-negara di ASEAN ini? A. peran kita dalam unesko sepertinya adalah sebagai negara yg dibantu dan menambah daftar negara [...]

Rating: 5

Q: Peranan ASEAN, PBB, KAA tersebut khususnya bagi Indonesia

A. Menjadi penonton setia atas kemiskinan rakyat indonesia….
apa peranan indonesia bagi UNESCO?
Q: apa manfaat bagi indonesia dalam mengikuti organisasi UNESCO? dan bagaimana peranan indonesia terhadap negara-negara di ASEAN ini?

A. peran kita dalam unesko sepertinya adalah sebagai negara yg dibantu dan menambah daftar negara miskin ASEAN dalam keanggotaan unesko,
manfaatnya kita lebih mudah mencari dana sosial,
atau unesko yg km maksud adalah ‘urutan negara sangat korup’, kalo yg km maksud itu, menurut saya manfaatnya adalah negara kita menjadi pengisi daftar urutan 5 besar sedunia,,,
bantuiin plissss! apec afta ma asean?
Q: tolong donk ni tugas sulit..

gimana peran indonesia di apec, afta ma aseanpada masa sekarang

help me!

A. "Berdasarkan keterikatan Indonesia dalam penerapan AFTA, APEC baik dalam perdagangan dan investasi, maka pembaharuan hukum yang berkaitan dengan investasi tidak dapat dihindarkan, jika Indonesia tidak ingin tertinggal dengan negara-negara lain anggota ASEAN atau ditinggalkan oleh anggota negara ASEAN dalam hubungan investasi. Pilihan kini untuk jalannya investasi di Indonesia adalah perlu mendapat dukungan dari hukum investai yang selaras dengan substansi ketentuan-ketentuan AFTA. Oleh karena itu, perlu dibuat pembaharuan hukum investasi yang dapat memberikan jaminan dan kepastian hukum bagi investor, khususnya investor yang berasal dari negara ASEAN. Dengan demikian hukum investasi yang diperbaharui itu harus dapat berjalan efektif. Efektifnya hukum investasi tersebut harus dapat disajikan secara operasional. Selanjutnya, pembaharuan hukum investasi dalam kerangka AFTA itu harus dapat disejajarkan dengan ketentuan-ketentuan AFTA dan juga ketentuan-ketentuan kerjasama Internasional di antara negara-negara yang berkecimpung dalam pasar global. Di samping itu, perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia pada biro hukum berbagai departemen maupun pemerintah, baik pusat, provinsi, kota maupun kabupaten untuk memahami konsep AFTA melalui CEPT, agar konsep AFTA melalui CEPT tersebut dapat selaras dengan hukum investasi yang berlaku di Indonesia."
apa saja peran INDONESIA dalam anggota ASEAN?
Q:

A. Peran Indonesia
Keberhasilan ASEAN menandatangani suatu
piagam bersama merupakan dasar yang kuat
bagi terbentuknya suatu komunitas ASEAN dan
memperkuat peran ASEAN dalam menghadapi
berbagai perubahan arsitektur kerja sama global.
Di tengah perubahan arsitektur kerja sama global
dan battle of ideas inilah peran dan daya tawar
Indonesia dapat dilihat dalam menerjemahkan
konsep-konsep besar ke dalam ketentuan-
ketentuan yang harus disepakati bersama.
Pandangan bahwa dengan terwujudnya
Komunitas ASEAN maka Indonesia akan dirugikan
karena lemahnya daya tawar politik dan ekonomi
yang disebabkan lemahnya posisi ekonomi
nasional di mata negara tetangganya adalah tidak
kuat.
Memang harus diakui sejak ambruknya Orde
Baru dan krisis ekonomi 1997 yang
berkepanjangan, Indonesia terlihat sebagai negeri
yang tak berdaya di tengah beberapa negara
anggota ASEAN.
Namun di balik itu semua, secara perlahan
namun pasti, Indonesia mulai memperlihatkan
taringnya kembali dengan berbagai pencapaian
yang diraihnya.
Di bidang politik dan keamanan, pascareformasi,
Indonesia menjadi negara terdepan yang
menerapkan demokrasi dalam kehidupan
bernegara.
Indonesia pulalah yang berada di garda terdepan
dalam penghormatan serta penegakan hak-hak
asasi manusia (HAM). Keberhasilan Indonesia
melaksanakan pemerintahan yang demokratis
menjadikan Indonesia sebagai negara demokratis
ke-4 di dunia.
Di bidang HAM, Indonesia adalah salah negara
pertama di ASEAN yang memiliki Komisi HAM.
Di bidang ekonomi, secara pasti Indonesia mulai
memperlihatkan kestabilan dalam pertumbuhan
ekonomi.
Hal ini dapat terlihat dari kemampuan Indonesia
untuk bertahan dari krisis ekonomi yang lebih
besar di tahun 2008. Jika krisis ekonomi 1997
hanya berdampak ke negara-negara Asia, krisis
ekonomi 2008 menerjang hampir seluruh negara
di dunia.
Bukti bahwa keberhasilan Indonesia di bidang
ekonomi diakui oleh negara-negara lain tampak
dari diikutsertakannya Indonesia sebagai salah
satu negara anggota G-20.
Semua keberhasilan ini tentu saja merupakan aset
berharga untuk memperjuangkan kepentingan
nasional Indonesia, bukan hanya di ASEAN, tetapi
juga di forum internasional.
Di ASEAN, Indonesialah yang berinisiatif
mengusulkan pembentukan suatu komunitas
ASEAN yang tidak hanya menyandarkan pada
kerja sama ekonomi (seperti yang diusulkan
Singapura), tetapi juga ada aspek lain yang harus
diperhatikan, yaitu kerja sama politik dan
keamanan, serta kemudian disusul kerja sama
sosial budaya.
Adalah Indonesia yang memperjuangkan
dimasukkannya elemen-elemen penting seperti
demokratisasi dan penghormatan serta
penegakan HAM dalam kerja sama politik dan
keamanan yang kemudian dituangkan dalam
Piagam ASEAN dan cetak biru kerja sama politik
dan keamanan.
Untuk memperlihatkan tingginya daya tawar
Indonesia dalam ASEAN, dapat disampaikan
bahwa pada awal perundingan, usulan Indonesia
untuk memasukkan elemen-elemen
demokratisasi dan HAM ditentang oleh semua
negara anggota ASEAN.
Namun dengan argumen yang kuat yang
didasarkan pada pengalaman berdemokrasi dan
melakukan penegakan dan penghormatan HAM,
akhirnya elemen-elemen tersebut dapat masuk
Piagam.
Peran Indonesia ke Depan
Tampilnya wajah baru ASEAN memperlihatkan
kemampuan negara anggota ASEAN untuk
melakukan benah diri dalam menghadapi
perubahan arsitektur global serta melakukan
pendalaman dan perluasan dengan para mitra
wicaranya (AS, Uni Eropa, Australia, Selandia
Baru, India, China, Jepang, Korea Selatan, dan
Rusia).
Selain itu, memberikan harapan bahwa ASEAN
mampu menciptakan peluang dan mengubah
tantangan menjadi peluang.
Sebagai salah satu pendiri ASEAN, terjadinya
perubahan di ASEAN menjadikan tantangan bagi
Indonesia untuk lebih memperlihatkan
kepimpinannya dalam ASEAN baru guna
menyambut terbentuknya komunitas ASEAN
2015.
Tidak ada gading yang tak retak, begitu pun peran
dan kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN.
Untuk itu, terus meningkatkan kepemimpinan
Indonesia dalam ASEAN menjadi kepentingan dan
tugas bersama kita semua untuk menaikkan daya
tawar Indonesia.
Penulis adalah pemerhati masalah hubungan
internasional

Powered by Yahoo! Answers