Portal Berita Indonesia

Apa Masalah Masalah Yang Timbul Dalam Otonomi Daerah?

Apa Masalah Masalah Yang Timbul Dalam Otonomi Daerah? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Apa Masalah Masalah Yang Timbul Dalam Otonomi Daerah?

Q: A. Dalam pelaksanaanpembangunan di eraOtonomi Daerah,pengelolaan lingkunganhidup tetap mengacupada Undang-undang No23 tahun 1997 tentangPengelolaan LingkunganHidup dan juga Undang-undang No 32 Tahun 2004tentang PemerintahanDaerah serta Undang-undang No 33 Tahun 2004Tentang PerimbanganKeuangan Pusat danDaerah. Dalammelaksanakankewenangannya diaturdengan PeraturanPemerintah No 25 Tahun2000 tentangKewenangan Pemerintahdan Kewenangan Propinsisebagai Daerah Otonom.Dalam pengelolaanlingkungan hidupPemerintah Propinsimempunyai 6kewenangan terutamamenangani lintasKabupaten/Kota,sehingga titik beratpenanganan pengelolaanlingkungan hidup [...]

Rating: 4

Q:

A. Dalam pelaksanaan
pembangunan di era
Otonomi Daerah,
pengelolaan lingkungan
hidup tetap mengacu
pada Undang-undang No
23 tahun 1997 tentang
Pengelolaan Lingkungan
Hidup dan juga Undang-
undang No 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan
Daerah serta Undang-
undang No 33 Tahun 2004
Tentang Perimbangan
Keuangan Pusat dan
Daerah. Dalam
melaksanakan
kewenangannya diatur
dengan Peraturan
Pemerintah No 25 Tahun
2000 tentang
Kewenangan Pemerintah
dan Kewenangan Propinsi
sebagai Daerah Otonom.
Dalam pengelolaan
lingkungan hidup
Pemerintah Propinsi
mempunyai 6
kewenangan terutama
menangani lintas
Kabupaten/Kota,
sehingga titik berat
penanganan pengelolaan
lingkungan hidup ada di
Kabupaten/ Kota. Dalam
surat edaran Menteri
Dalam Negeri No 045/560
tanggal 24 Mei 2002
tentang pengakuan
Kewenangan/Positif List
terdapat 79 Kewenangan
dalam bidang lingkungan
hidup.
Sejalan dengan lajunya
pembangunan nasional
yang dilaksanakan
permasalahan lingkungan
hidup yang saat ini sering
dihadapi adalah
kerusakan lingkungan di
sekitar areal
pertambangan yang
berpotensi merusak
bentang alam dan adanya
tumpang tindih
penggunaan lahan untuk
pertambangan di hutan
lindung. Kasus-kasus
pencemaran lingkungan
juga cenderung
meningkat. Kemajuan
transportasi dan
industrialisasi yang tidak
diiringi dengan penerapan
teknologi bersih
memberikan dampak
negatif terutama pada
lingkungan perkotaan.
Sungai-sungai di
perkotaan tercemar oleh
limbah industri dan rumah
tangga. Kondisi tanah
semakin tercemar oleh
bahan kimia baik dari
sampah padat, pupuk
maupun pestisida.
Masalah pencemaran ini
disebabkan masih
rendahnya kesadaran
para pelaku dunia usaha
ataupun kesadaran
masyarakat untuk hidup
bersih dan sehat dengan
kualitas lingkungan yang
baik.

Powered by Yahoo! Answers