Portal Berita Indonesia

Alasan Pentingnya Membudidayakan Tumbuhan Dan Hewan Langka?

Alasan Pentingnya Membudidayakan Tumbuhan Dan Hewan Langka? Diulas oleh pada . Artikel berikut membahas tentang Alasan Pentingnya Membudidayakan Tumbuhan Dan Hewan Langka?

Q: mencakup, apa yang dibudiayakan? Waktu pembudidayaan? siapa yang boleh membudidayakan?mohon penjelasannya ya,atau kalau ada artikelna tolong kirim linkna..^^thx A. sangat disayangkan bahwa budidaya tumbuhan dan tanaman langka tidak boleh dilakukan oleh setiap orang. bisa2 ybs dikenakan sanksi karena melanggar undang-undang. mungkin yang berwenang utk membudidayakan tumbuhan dan tanaman langka adalah Kementerian Kehutanan. tapi, pelestarian [...]

Rating: 4

Q: mencakup, apa yang dibudiayakan? Waktu pembudidayaan? siapa yang boleh membudidayakan?
mohon penjelasannya ya,atau kalau ada artikelna tolong kirim linkna..^^
thx

A. sangat disayangkan bahwa budidaya tumbuhan dan tanaman langka tidak boleh dilakukan oleh setiap orang. bisa2 ybs dikenakan sanksi karena melanggar undang-undang.

mungkin yang berwenang utk membudidayakan tumbuhan dan tanaman langka adalah Kementerian Kehutanan.

tapi, pelestarian keanekaragaman hayati adalah hal sangat penting yang harus dilakukan seluruh masyarakat berdasarkan porsinya masing-masing.

TOLONGIN GUE YA… TENTANG BIOLOGI!?
Q: 1. Apakah yang dimaksud dengan pelestarian kenakeragaman, secara:
a. in situ
b. ek situ
2. Konservasi sumber daya hayati di Indonesia diatur dalam UU no. berapa dan tahun berapa?
3. Jelaskan 3 faktor penyebab hilangnya keanekaragaman hayati? Berikan saran anda untuk mencegah/mengatasi hal tersebut!
4. TULISKAN PERBEDAAN DARI:
a. Cagar alam dan suakamargasatwa
b. Taman Nasional dengan taman laut.
5. Apakah dampak negatif dari perubahan iklim global terhadap keanekaragaman hayati.?

A. 1. a. In situ
Upaya pelestarian langsung di alam (habitat aslinya).
b. Ex situ
Penangkaran di luar habitat asli suatu makhluk hidup.

2. UU No. 23 tahun 1997.

3. – Fragmentasi dan hilangnya habitat: akibat dari pembangunan atau industri bersifat komersil yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan.
Pencegahan: apabila hendak membangun suatu infastruktur, rencanakanlah hingga jangka waktu bertahun-tahun ke depan, pertimbangkan matang-matang apa implikasinya pada lingkungan.

- Introduksi spesies: upaya mendatangkan spesies asing ke suatu wilayah yang telah memiliki spesies lokal.
Pencegahan: jangan mendatangkan spesies baru yang sifatnya mengancam kelestarian spesies asli di habitatnya.

- Eksploitasi berlebihan pada spesies hewan dan tumbuhan: pemanfaatan berlebihan beberapa jenis makhluk hidup tertentu hingga mencapai kepunahan.
Pencegahan: ketegasan hukum dan aparatnya akan mencegah adanya perburuan hewan, penebangan hutan liar, dan eksploitasi lainnya.

4. a. Cagar alam: kawasan suaka alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.
Suaka margasatwa: kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

b. Taman nasional: kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.
Taman laut: taman yang terdiri dari wilayah laut (atau danau) terkadang dilindungi rekreasi untuk digunakan, tetapi lebih sering dikhususkan untuk melestarikan habitat tertentu dan menjamin ekosistem yang berkelanjutan untuk organisme yang ada di sana.

5. Kenaikan suhu bumi/pemanasan global menyebabkan naiknya permukaan air laut, banyak spesies tak dapat terdistribusi kembali setelah perubahan terjadi. Hal ini dikarenakan, tiap kenaikan suhu 1 derajat Celcius akan menggantikan batas toleransi beberapa spesies di daratan sekitar 125 km ke arah kutub atau 150 m vertikal ke arah gunung.

Materi tentang bioteknologi?
Q: Saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan, saya harap ada yang mau membantu saya mengerjakan tugas sekolah ini. Terimakasih, saya tunggu secepatnya. Bagi yang dapat menjawab semua pertanyaan ini dengan benar dan jelas kalau bisa disertai dengan sumber jawabannya akan saya berikan 5 bintang.
1) Bagaimana cara pembuatan hormon insulin ?
2) Berikan manfaatnya bagi manusia baik bioteknologi konvensional maupun bioteknologi modern!
3) Kenapa mikroorganisme menghasilkan hormon insulin ?
4) Perbedaan bioteknologi knovensional dan bioteknologi modern ?
5) Rangkuman tentang bioteknologi modern dan konvensional, penjelasannya, contohnya serta terapannya.

Terimakasih :-)

A. 1). 1. Pada proses pembuatan insulin ini, langkah pertama adalah mengisolasi plasmid dari E. coli. Plasmid adalah salah satu bahan genetik bakteri yang berupa untaian DNA berbentuk lingkaran kecil. Selain plasmid, bakteri juga memiliki kromosom. Keunikan plasmid ini adalah: ia bisa keluar-masuk âtubuhâ bakteri, dan bahkan sering dipertukarkan antar bakteri.
2. Pada langkah kedua ini plasmid yang telah diisolir dipotong pada segmen tertentu menggunakan enzim restriksi endonuklease. Sementara itu DNA yang di isolasi dari sel pankreas dipotong pada suatu segmen untuk mengambil segmen pengkode insulin. Pemotongan dilakukan dengan enzim yang sama.
3. DNA kode insulin tersebut disambungkan pada plasmid menggunakan bantuan enzim DNA ligase. Hasilnya adalah kombinasi DNA kode insulin dengan plasmid bakteri yang disebut DNA rekombinan.
4. DNA rekombinan yang terbentuk disisipkan kembali ke sel bakteri.
5. Bila bakteri E. coli berbiak, maka akan dihasilkan koloni bakteri yang memiliki DNA rekombinan.

2)a. Meningkatkan nilai gizi dari produk-produk makanan dan minuman, seperti air susu menjadi yoghurt, mentega, keju.
b. Teknologinya relatif sederhana,
c. Menciptakan sumber makanan baru, misalnya dari air kelapa dapat dibuat Nata de coco
d. Secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian rakyat karena bioteknologi konvensional tidak banyak membutuhkan biaya karena biaya yang digunakan relatif murah
e. Pengaruh jangka panjang umumnya sudah diketahui karena sistemnya sudah mapan
a. Di bidang pertanian dan peternakan yaitu mampu menciptakan bibit-bibit unggul yang akan memberikan produk bermutu tinggi secara kualitas dan kuantitas , meningkatnya sifat resistensi tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman, misalnya tanaman transgenik kebal hama, Mengatasi terbatasnya lahan pertanian , Mengatasi produksi bibit yang sama dalam jangka waktu singkat , Mengendalikan serangga perusak tanaman budidaya

b. Di bidang Lingkungan dan pelestarian yaitu mengatasi masalah pelestarian species langka dan hampir punah. Dengan teknologi transplantasi nukleus, hewan / tumbuhan langka bisa dilestarikan, membantu manusia mengatasi masalah-masalah pencemaran lingkungan, Seperti : bacteri pemakan plastik dan parafin, bacteri penghasil bahan plastik biodegradable,
c. Di bidang kesehatan, mampu menciptakan produk obat untuk penyakit. Misalnya : penyakit kelainan genetis dg terapi gen, hormon insulin, antibiotik, antibodi monoklonal, vaksin.
d. Di bidang industri, mampu menciptakan pemberantas hama secara biologis (Bacillus thuringensis) dan tanaman tahan hama dalam tubuhnya disisipi gen bakteri (tanaman transgenik)
e. Di bidang pertambangan, mampu melakukan pengolahan biji besi (Thiobacillus ferrooxidans), membantu manusia mengatasi masalah sumber daya energi. Misalnya : bioethanol, biogas,membantu proses pemurnian logam dari bijihnya pada pertambangan logam ( biohidrometalurgi )

3) karena dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri atau mikroorganisme yang lain.

4). BIOLOGI KONVENSIONAL/ TRADISIONAL

bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi alkohol, asam asetat, gula, atau bahan makanan, seperti tempe, tape, oncom, dan kecap.
Mikroorganisme dapat mengubah bahan pangan.
Proses yang dibantu mikroorganisme, misalnya dengan fermentasi, hasilnya antara lain tempe, tape, kecap, dan sebagainya termasuk keju dan yoghurt. Proses tersebut dianggap sebagai bioteknologi masa lalu.
Ciri khas yang tampak pada bioteknologi konvensional, yaitu adanya penggunaan makhluk hidup secara langsung dan belum tahu adanya penggunaan enzim
BIOTEKNOLOGI MODERN
Dalam bioteknologi modern orang berupaya dapat menghasilkan produk secara efektif dan efisien.
Bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang didasarkan pada manipulasi atau rekayasa DNA, selain memanfaatkan dasar mikrobiologi dan biokimia.
Aplikasi bioteknologi modern juga mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, misalnya pada aspek pangan, pertanian, peternakan, hingga kesehatan dan pengobatan.
Dewasa ini, bioteknologi tidak hanya dimanfaatkan dalam industri makanan tetapi telah mencakup berbagai bidang, seperti rekayasa genetika, penanganan polusi, penciptaan sumber energi, dan sebagainya.

Powered by Yahoo! Answers